JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Indonesia (DNIKS) berkolaborasi dengan lima lembaga pelatihan keterampilan platform digital guna memacu pemberdayaan sosial. Adapun LPK tersebut mayoritas memberdayakan perempuan, generasi muda, penyandang disabilitas hingga pengusaha UMKM, untuk meningkatkan keahlian dalam marketing digital, strategi media sosial, hingga membawa produk ke pasar global. “Sinergi ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, memperkuat kelembagaan lokal, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial guna mencapai kemandirian dan kemajuan,” kata Ketua DNIKS, RA. Loretta Kartikasari saat memberi sambutan pada “Silaturahmi Mitra Lembaga Pelatihan Keterampilan dan Pengembangan Profesi” di Kantor DNIKS, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

DNIKS dan LPK saling tukar dokumen kerjasama usai melakukan penandatangan/Foto: DNIKS
Dalam acara tersebut, hadir pula Sekretaris Badan Sekretaris Badan Pakar DNIKS, Manimbang Kahariyadi, Wakil Ketua umum DNIKS, Rudi Andries, Ketua DNIKS bidang informasi, komunikasi dan digital, A Eko Cahyono, Ketua DNIKS bidang Relawan Sosial Taruna Aji, Ketua DNIKS bidang Seni Sudarman dan Wakil Sekjen DNIKS Sentot Janinto. Adapun lima lembaga tersebut, LPK Srikandi Pintar Indonesia yang dipimpin Susy Pasaribu, lalu LPK Marcommads Edulearn Centre yang dikomandoi Cici Lestari, kemudian LPK Sakti Wiyata Nusantara yang kepalai oleh Rianto, LPK DeeLoo Cendikia Muda yang dipimpin oleh Francisca Asti dan LPK Belajar Samakami yang dikomandoi Desy Pardede.

Dya Loretta Kartikasari bersama Waketum DNIKS Rudi Andries/Foto: DNIKS
Lebih jauh Dya Loretta-sapaan akrabnya, bahwa kolaborasi antara DNIKS dan lima lembaga pelatihan keterampilan ini sebagai bukti konkret keberpihakan kepada kelompok rentan melalui partisipasi aktif. Pelatihan tersebut untuk memperkuat kapabilitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi ini memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar mampu bersaing dan mengembangkan potensi diri,” terangnya.
Dosen Universitas Mercu Buana (UMB) ini menambahkan melalui kolaborasi lintas sektor antara DNIKS dan lembaga pelatihan keterampilan maka terjadi penguatan solidaritas sosial, dan program afirmatif. “Serta pemberdayaan sosial yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan menciptakan keadilan bagi semua,” paparnya.
Lebih mendalam lagi Dya Loretta memiliki perhatian pada lingkungan sosial inklusi yang juga ditunjukkan dengan menggandeng beberapa organisasi sosial inklusi seperti Srikandi Berdaya, Forkesi, Yayasan Amal Mulia, dan Yayasan Narendra Krida. Para disabel produktif memiliki kesempatan kesempatan yang sama untuk bersaing pada industri TIK. Kolaborasi DNIKS dengan LPK dan Lembaga organisasi sosial ini diharapkan akan lebih membuka lapangan kerja inklusi dengan keterampilan TIK bagi penyandang disabiltas.

Para peserta “Silaturahmi Mitra Lembaga Pelatihan Keterampilan dan Pengembangan Profesi di Kantor DNIKS/Foto: DNIKS
Pada kolaborasi sosial inklusi ini DNIKS selanjutnya membentuk kelompok kerja inklusif yang dipimpin Ketua DNIKS RA. Loretta Kartikasari, dimana melibatkan Lembaga Pelatihan Keterampilan dengan berbagai bidang keahlian yakni LPK Srikandi Pintar Indonesia yang dipimpin Susy Pasaribu, lalu LPK Marcommads Edulearn Centre yang dikomandoi Cici Lestari, kemudian LPK Sakti Wiyata Nusantara yang kepalai oleh Rianto, LPK DeeLoo Cendikia Muda yang dipimpin oleh Francisca Asti dan LPK Belajar Samakami yang dikomandoi Desy Pardede.

Selain itu juga melibatkan akademisi Dr. Nuria Astagini dari Universitas Multimedia Nusantara dan Arif Handoko dari LSPR School of Special Needs Education. Dalam peningkatan keterampilan TIK dan IoT ini tentu perlunya melibatkan para pegurus, pembina dan pengelola organisasi sosial yang dalam keseharian dapat menjadi perpanjangan tangan kegiatan literasi inklusif dalam hal ini menggandeng beberapa organisasi sosial inklusi seperti Srikandi Berdaya, Forkesi, Yayasan Amal Mulia, dan Yayasan Narendra Krida.
Sementara itu, Kepala LPK Srikandi Pintar Indonesia, Susy Pasaribu menjelaskan bahwa lembaganya membuka keterampilan bidang Digital Marketing, Sosial Media Marketing, Conten Kreator dan Desainer Grafis Muda. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan, pendampingan dan dukungan agar produk-produk lokal bisa semakin maju dan berdaya saing.”

Jajaran Pengurus DNIKS bersama Pimpinan LPK, peserta Silaturahmi Mitra dan Lembaga/Foto: DNIKS
Begitupun dengan Cici Lestari yang memimpin Marcommads EduLearn Center menyebut lembaganya juga memberikan pelatihan dan keterampilan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pemberdayaan sosial. “Dulu, digital marketing mungkin terasa rumit dan butuh banyak tenaga. Tapi sekarang, dengan menggunakan AI, segalanya bisa berubah drastis,” ujar Cici.
Tak berbeda jauh dengan LPK Sakti Wiyata Nusantara, kata Ketua Rianto yang memiliki pengalaman melatih siswa-siswa SMA/SMK bidang otomotif, sehingga mendapatkan serfikasi dari BNSP. “Jadi kami melatih siswa-siswa yang tertarik dengan bidang otomotif dan perbengkelan. Karena itu, kita juga bekerjasama dengan BLK-BLK setempat yang sudah lengkap,” pungkasnya.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








