Industri & Perdagangan

Sartono:  Pencabutan Subsidi Listrik 450 VA Beratkan 15 Juta Pelanggan Miskin

Sartono:  Pencabutan Subsidi Listrik 450 VA Beratkan 15 Juta Pelanggan Miskin
Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo/Foto: Humas DPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Politiku Partai Demokrat, Sartono Hutomo menegaskan, partai Demokrat menolak dengan tegas rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi listrik 450 VA.

Bagi Demokrat, Sartono melanjutkan, rencana kebijakan tersebut hanya akan menambah beban masyarakat yang tengah dihadapkan pada beragam persoalan hidup.

Selain itu, kata dia, pada Rapimnas Partai Demokrat tanggal 15 September 2022, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono meminta kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Terutama yang saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat yaitu inflasi tinggi, daya beli melemah dan UMKM mengalami penurunan. Sesuai dengan arahan tersebut saya berpandangan bahwa pencabutan subsidi listrik 450 va akan semakin menekan rakyat kecil. Terdapat 15,2 juta rakyat yang masih membutuhkan listrik 450 VA,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI itu kepada wartawan, Sabtu (17/09/2022).

Ketimbang mencabut dan menaikkan berbagai kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Sartono mendorong agar pemerintah fokus dan peka terhadap nasib rakyatnya.

“Kami meminta pemerintah agar memperhatikan kondisi rakyat yang tengah mengalami penurunan daya beli akibat kenaikan harga bbm dan inflasi. Kenapa negara tidak hadir disaat rakyat sedang membutuhkannya. Seharusnya negara tidak berpikir untung rugi demi rakyat,” sindirnya.

Yang jelas, kata dia, partainya akan senantiasa mengawal dan berupaya keras membantu rakyat dalam kondisi apapun.

“Partai Demokrat akan terus mengawal kepentingan rakyat dengan segenap tenaga dan pikiran bukan dengan cucuran air mata buaya,” sindirnya.***

Penulis      :   Iwan Damiri

Editor        :    Kamsari

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top