Market

BBM Bersubsidi Naik, Sartono: Target Pemulihan Ekonomi Terganggu

BBM Bersubsidi Naik, Sartono: Target Pemulihan Ekonomi Terganggu
Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo/Foto: Dok Pribadi

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Masyarakat dikejutkan dengan pengumuman pemerintah yang menaikkan harga BBM pada akhir pekan. Pastilah, kenaikan yang sangat mendadak ini diikuti dengan dampak luas. “Bayangkan rakyat kecil seperti supir angkot, supir truk, dan lain-lain yang di tengah perjalanan harus menyesuaikan,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo kepada wartawan, Minggu (5/9/2022).

Menurut Sartono, pemerintah seperti tidak peduli pada kegiatan ekonomi rakyat yang bergeliat di setiap akhir pekan. Tiba-tiba semua pengendara harus menyesuaikan diri dengan kenaikan harga BBM yang diberlakukan pukul 14.30 WIB. “Biasanya kenaikan harga BBM dilakukan di pergantian hari untuk mempermudahkan adaptasi dari kenaikan harga. Ini di siang hari mendadak,”

Politisi fraksi Partai Demokrat itu mempertanyakan, apakah pemerintah sadar bahwa kenaikan harga BBM akan berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat? Dan yang jelas, inflasi pasti mengalami kenaikan dan harga bahan pangan akan kembali naik.

Kenaikan harga pertalite dan solar, lanjut Sartono, akan memengaruhi masyarakat termasuk kelas menengah, karena pasti mulai menahan belanjanya. “Penahanan belanja masyarakat akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul dan serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya target-target pemulihan ekonomi pemerintah tidak sesuai target yang dicanangkan,” papar legislator Jatim VII itu.

Fraksinya, kata Sartono lagi, sudah menyampaikan suara rakyat agar BBM tidak dinaikkan. Mengabaikan suara rakyat berarti mengabaikan kesejahteraannya. Sebelumnya pemerintah pernah menurunkan harga pertamax turbo sebagai imbas dari turunnya harga minyak dunia ke level USD80. Bila kelak minyak dunia turun lagi, bagaimana sikap pemerintah kemudian. Ini jadi pertanyaan serius. “Kami akan terus mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan penyaluran subsidi BBM agar semakin tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran yang ada. Kenaikan bukanlah solusi yang dikehendaki rakyat,” tutup Saŕtono. ***

Penulis    :   M Arpas
Editor     :   Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top