Market

Tak Perlu Naikkan BBM Bersubsidi, Sartono: Tekan Kebocoran Secara Maksimal

Tak Perlu Naikkan BBM Bersubsidi, Sartono: Tekan Kebocoran Secara Maksimal
Situasi antrian pembelian BBM bersubsidi pada SPBU Kalimalang, Jakarta, Kamis (31/8/2022)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR tetap menolak rencana kenaikkan harga BBM bersubsidi. Karena itu pemerintah diminta memprioritaskan penanganan kebocoran subsidi yang selama ini terjadi, agar dibenahi secara maksimal. “Apabila kebocoran ini ditekan, maka harga BBM tidak perlu dinaikkan,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo di Jakarta, Kamis, (1/9/2022).

Menurut Sartono, saat ini pemerintah belum menjalankan langkah konkrit dengan mencegah kebocoran subsidi BBM yang lari ke sektor industri besar. “Apabila langkah mencegah kebocoran telah dilakukan dengan maksimal maka diyakini angka subsidi dapat ditekan,” ucapnya.

Partai Demokrat ini mengingatkan, dampak kenaikan harga BBM akan menciptakan efek berantai terutama peningkatan inflasi. Apalagi, harga barang kebutuhan pokok sudah naik. “Harga-harga sudah naik, BPS dan BI mencatat kenaikan harga pangan telah menyentuh 10 persen. Inflasi diprediksi dapat menyentuh 7-8 persen bila harga BBM mencapai Rp10.000,” ungkapnya lagi.

Sartono menambkan bahwa inflasi akan menurunkan daya beli rakyat dan angka kemiskinan berpotensi meningkat. Kondisi ini juga diperparah dengan belum maksimalnya program bansos. Program bansos pemerintah masih belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang terdampak, seperti UMKM dan sektor informal. “Inflasi akan menurunkan daya beli rakyat dan angka kemiskinan berpotensi meningkat. Kondisi ini juga diperparah dengan belum maksimalnya program bansos.”

Legislator dapil Jatim VII ini berharap, pemerintah mau mendengar aspirasi dan keluh kesah rakyat yang menolak agar harga BBM tidak naik. “Penolakan ini merupakan suara rakyat yang berat dalam menghadapi situasi ekonomi yang sulit,” pungkas Sartono. ***

Penulis    : Iwan Damiri
Editor      : Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top