Headline

Pelindungan Data Pribadi Jadi Komitmen OVO

Pelindungan Data Pribadi Jadi Komitmen OVO
Transaksi Digital Melalui Aplikasi Pembayaran OVO/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- OVO terus berupaya memastikan dan meningkatkan keamanan data pribadi bagi penggunanya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan untuk tetap menggunakan OVO dalam bertransaksi. Karena itu, OVO selalu berupaya untuk senantiasa memperbaharui Kebijakan Privasi, agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka menghormati hak-hak penggunanya. 

OVO percaya bahwa keamanan data pribadi pengguna merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas kami. Dengan sistem keamanan berlapis. “Data pribadi pengguna OVO dapat terjamin keamanannya sehingga kami dapat terus memberikan pelayanan terbaik, aman, dan terpercaya untuk seluruh pengguna OVO,” kata Data Privacy Officer (DPO) Lead O, Ruben Sumgar kepada wartawan di Jakarta, Senin, Senin (17/10/2021).

OVO, kata Ruben juga berkomitmen untuk menjaga setiap data pribadi penggunanya. Setiap aplikasi OVO dilengkapi dengan fitur kode keamanan dan verifikasi 2 langkah setiap kali pengguna akan masuk ke aplikasi OVO. Untuk terus melakukan edukasi dan imbauan kepada pengguna untuk menjaga data pribadi, OVO telah mempersiapkan perangkat teknis yang membangun untuk mencegah terjadinya kebocoran data pribadi pengguna. “Yaitu Data Loss Prevention (DLP) Tools,” imbuh Ruben.

Di samping itu, sampai dengan saat ini OVO juga telah meningkatkan langkah-langkah pencegahan penipuan, antara lain dengan adanya tim Information Security (InfoSec) yang memiliki fungsi untuk mencegah dan memitigasi terjadinya kebocoran data pribadi penggunanya. OVO juga telah melaksanakan amanah yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menempatkan setiap data pribadi penggunanya pada suatu pusat data yang terletak di Indonesia.

OVO akan terus berupaya untuk memperkuat pengamanan data pribadi penggunanya. Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik dan PBI Nomor 22/20/PBI/2020 tentang Perlindungan Konsumen BI, OVO telah memiliki Data Privacy Officer (DPO) internal tersendiri. Ke ketersediaan, OVO DPO tengah mempersiapkan sejumlah materi edukasi yang dapat digunakan di sejumlah platform media sosial yang OVO miliki untuk meningkatkan kesadaran pengguna akan pentingnya pelindungan terhadap data pribadi mereka.

Ketua Praktisi Pelindungan Data Indonesia (APPDI), Danny Kobrata menambahkan penyedia layanan digital seperti OVO sangat bergantung pada layanan data pribadi. Oleh sebab itu, pelindungan data pribadi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam penyediaan layanan ke masyarakat.

Danny mengapresiasi langkah dan usaha OVO dalam meningkatkan perlindungan dan keamanan data pribadi penggunanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.“Tentu saja kami berharap langkah yang baik ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain untuk menjamin keamanan dan perlindungan data pribadi pengguna platform digital di Indonesia,”.

Isu keamanan data pribadi memang saat ini menjadi perhatian semua pihak. Untuk itu, OVO kerap kali menghimbau kepada pengguna untuk tidak memberikan PIN/Password/OTP kepada siapa pun, termasuk petugas Customer Service OVO. Namun jangan lupa juga OVO melihat pengguna agar sewaktu-waktu atau mengganti sandi OVO mereka.

OVO juga tetap membuka layanan ‘Pusat Bantuan OVO’ yang terdapat di aplikasi, telepon (1500 696), maupun email ([email protected]) yang akan siap sedia membantu pengguna atau setiap keluhan atau permasalahan yang dialami.

Penulis : Anto
Editor  : Kamsari

 

 

BERITA POPULER

To Top