*) Dr. Sapuan
Kepercayaan pasar merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apabila pelaku usaha, investor, dan masyarakat memiliki keyakinan terhadap arah dan konsistensi kebijakan pemerintah, maka aktivitas ekonomi akan bergerak lebih dinamis, minat investasi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan penerimaan negara pun dapat terpelihara dengan baik.
Dalam konteks perekonomian nasional saat ini, pandangan yang disampaikan Prof. Ferry mengenai pentingnya memelihara kepercayaan pasar patut menjadi perhatian bersama. Pasar pada dasarnya merespons setiap kebijakan pemerintah secara cepat dan tanggap. Apabila muncul persepsi bahwa kebijakan yang diambil kurang mendukung iklim usaha atau tidak sejalan dengan mekanisme pasar, dampaknya dapat segera terlihat: mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, menurunnya minat penanaman modal, hingga melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut pada akhirnya akan berimbas pada berkurangnya penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan, serta terhambatnya penciptaan lapangan kerja. Di tengah ketidakpastian, para pemilik modal cenderung menunda rencana pengembangan usaha dan memilih menunggu kepastian kondisi ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.
Belajar dari Pengalaman Masa Lalu
Sejarah perekonomian Indonesia memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya fleksibilitas dan kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan. Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang sangat berat pasca terjadinya krisis moneter. Melalui serangkaian langkah penyesuaian, termasuk peninjauan ulang terhadap sejumlah program dan pengeluaran negara yang dianggap kurang mendesak, pemerintah berupaya mengarahkan alokasi anggaran guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dalam situasi tertentu, pemerintah perlu memiliki keberanian untuk mengevaluasi, bahkan mengoreksi kebijakan yang telah ditetapkan apabila perkembangan keadaan menuntut hal tersebut. Tujuannya bukan semata-mata untuk melakukan penghematan, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah belanja negara memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang optimal bagi perekonomian, mendorong pertumbuhan usaha, serta menjaga stabilitas sosial masyarakat.
Langkah Strategis Jaga Kepercayaan
Agar kepercayaan pasar tetap terpelihara dan perekonomian nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan, terdapat sejumlah hal mendasar yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah:
1. Mengkaji Kebijakan Secara Menyeluruh Sebelum Diterapkan
Setiap kebijakan publik hendaknya dilandasi oleh kajian yang mendalam dan komprehensif. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari dampak ekonomi, sosial, politik, hukum, hingga implikasinya terhadap iklim usaha dan investasi. Proses pengambilan keputusan yang berbasis data dan analisis yang objektif akan meminimalkan risiko munculnya kebijakan yang menimbulkan ketidakpastian di mata pelaku pasar.
2. Membangun Sinergi dan Menghindari Ego Sektoral
Keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansinya, tetapi juga oleh keterpaduan pelaksanaannya. Oleh karena itu, pemerintah wajib memastikan terjalinnya koordinasi dan sinergi yang kuat antar kementerian dan lembaga. Hal ini penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak saling bertentangan, melainkan dapat diimplementasikan secara efektif dan terpadu di lapangan.
3. Memperjelas Pembagian Peran dalam Komunikasi Kebijakan
Dalam sistem pemerintahan modern, penyampaian informasi kebijakan harus dilakukan secara terstruktur dan jelas. Hal-hal yang bersifat teknis sebaiknya dijelaskan secara rinci oleh kementerian atau lembaga yang memiliki kewenangan langsung di bidang tersebut. Sementara itu, Presiden berperan sebagai penentu arah strategis dan pengambil keputusan tertinggi, sekaligus memberikan klarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman di ruang publik.
4. Menegakkan Disiplin Komunikasi Bagi Seluruh Pejabat Publik
Pernyataan yang disampaikan oleh pejabat negara memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi pasar. Di era digital, setiap informasi dapat tersebar dengan sangat cepat dan memengaruhi sentimen investor maupun masyarakat luas. Oleh sebab itu, seluruh jajaran pejabat negara, mulai dari Presiden hingga menteri, perlu menjaga konsistensi pernyataan, menghindari ucapan yang multitafsir, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan telah dipertimbangkan secara matang.
5. Memperkuat Kualitas Tim Perumus Kebijakan
Kualitas sumber daya manusia di lingkungan pengambil keputusan menjadi faktor penentu utama. Pemerintah perlu memastikan bahwa tim perencana, penasihat, dan tenaga ahli yang terlibat memiliki kompetensi yang memadai sesuai bidang tugasnya. Prinsip orang yang tepat di tempat yang tepat harus dijadikan landasan penempatan sumber daya manusia, baik di bidang ekonomi, fiskal, investasi, maupun komunikasi. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan memiliki landasan yang kuat dan dapat diterima secara luas oleh publik maupun pelaku pasar.
Penutup
Menjaga kepercayaan pasar tidak berarti pemerintah harus sepenuhnya mengikuti keinginan para investor atau pelaku usaha. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki arah yang jelas, didukung oleh kajian yang objektif, dikomunikasikan secara transparan, dan mampu menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.
Di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan, kepercayaan merupakan aset negara yang sangat berharga. Apabila kepercayaan pasar terjaga dengan baik, maka arus investasi akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, penerimaan negara meningkat, dan pembangunan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.***
*)Wakil Ketua Dewan Pakar DNIKS/ Praktisi Konsultan Manajemen, Keuangan & Perpajakan








