Market

Atasi Krisis Global, Hafisz Tohir: Butuh Pendekatan Ekonomi dan Sosial

Atasi Krisis Global, Hafisz Tohir: Butuh Pendekatan Ekonomi dan Sosial
Wakil Ketua BKSAP DPR, Achmad Hafisz Tohir saat menghadiri Side Event Westminster Foundation of Democracy (WFD) pada Sidang IPU ke-144, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/3/2022)/Foto: Dok Pribadi

NUSA DUA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Ir Achmad Hafisz Tohir mengaku parlemen Indonesia sangat prihatin dengan kebutuhan mendesak untuk memperkuat dan mengimplementasikan target-target ‘net zero’ sepenuhnya. Dimana untuk mengaplikasikan hal tersebut dibutuhkan kapasitas adaptif dan political will yang kuat. “Saya percaya bahwa ada kebutuhan untuk mengubah paradigma kita, dari perubahan iklim sebagai pertempuran dan sebagai perdebatan tentang siapa yang benar atau siapa yang salah, menjadi sebuah peluang,” terang Hafisz saat menghadiri Side Event Westminster Foundation of Democracy (WFD) pada Sidang IPU ke-144, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/3/2022).

Achmad Hafisz Tohir Sedang Presentasi Pada Side Event Westminster Foundation of Democracy (WFD) pada Sidang IPU ke-144, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/3/2022)/Foto: Dok Pribadi

Achmad Hafisz Tohir Sedang Presentasi Pada Side Event Westminster Foundation of Democracy (WFD) pada Sidang IPU ke-144, Nusa Dua, Bali, Rabu (23/3/2022)/Foto: Dok Pribadi

Oleh karena itu, Legislator dari Dapil Sumsel I, tugas di depan masyarakat dunia sudah jelas. “Dunia harus bertindak, bukan hanya ikrar dan janji saja. Saya berpandangan bahwa mengatasi krisis planet global ini membutuhkan pendekatan seluruh ekonomi (whole of economy) & seluruh masyarakat (whole of society),” ucap politisi fraksi PAN itu.

Lebih lanjut Hafisz mengatakan, pendekatan multistakeholder adlh slh satu kunci mengatasi dampak krisis prubahan iklim. Dmn kerjasama & kolaborasi antara smua pemangku kpntingn adlh suatu kharusan utk mengubah tantangan mjd peluang. Selain itu pula, diperlukan pdktan holistik thd aksi iklim.   “Jadi tdk hanya terbatas pd tntagn deforestasi tetapi juga pentingnya mengatasi mslh lain spt ke anekaragaman hayati, yg mdasar utk capai sustainable yg komprehensif,” kata Hafisz.

Lebih khusus lagi, Waketum PAN ini optimis bahwa parlemen dapat memajukan aksi iklim dengan legislasi & pendekatan multi stakeholder.  Lewat promosi legislasi yang mensinergikan operasionalisasi Paris Rulebook, termasuk pendanaan iklim yang inovatif dan perdagangan karbon, Hafisz menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang telah dibahas oleh Komisi XI DPR RI dan telah disahkan.

Selain itu, parlemen perlu secra aktif memantau implementasi NDC & Net Zero Commitments. Tak lupa mempromosikan pendekatan multi stakeholder utk mitigasi & adaptasi iklim, khususnya meningkatkan peran perempuan & pemuda dalam berbagai bidang. ***

Penulis    : Arpaso
Editor     :  Budiono

BERITA POPULER

To Top