Investasi

Kembali ke Rezim Defisit 3%, Hafisz: Genjot Investasi Untuk Biayai Pembangunan 2023

Kembali ke Rezim Defisit 3%, Hafisz: Genjot Investasi Untuk Biayai Pembangunan 2023
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir usai menerima Delegasi Komisi Transportasi, Infrastruktur dan Agraria Parlemen Korea Selatan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/1/2023)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Indonesia tidak mungkin membangun infrastruktur yang dibiayai seluruhnya dari APBN. Apalagi, pada 2023 pemerintah harus mengembalikan defisit APBN di bawah 3 persen. “Karena itulah, Indonesia harus memperbanyak investasi yang masuk. Nah, Korea Selatan menawarkan investasi dan kerjasama teknologi,” kata Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ir H.Achmad Hafisz Tohir saat temui suarainvestor.com usai menerima Delegasi Komisi Transportasi, Infrastruktur dan Agraria Parlemen Korea Selatan di Jakarta, Selasa (3/1/2023).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Delegasi Komisi Transportasi, Infrastruktur dan Agraria Parlemen Korea Selatan Mr. Han Junho, Mrs. Lee Soyoung, lalu Program Coordinator Mr. Lee Dongkyu serta perwakilan Kedutaan ‘Republic of Korea’ (ROK) di Indonesia yaitu Legislative Attache Mr. Yoon Sung Min; First Secretary, Infrastructure and Transportation Mr. Kim Dongjin dan Penerjemah Ms. Choi Seo Hye. “Delegasi Parlemen Korea Selatan menawarkan pembukaan sejumlah kerjasama investasi dalam bidang transportasi dan infrastruktur tersebut di Indonesia dengan berbagai teknologi mumpuni,” ucap HT-sapaan akrabnya.

Kembali ke Rezim Defisit 3%, Hafisz: Genjot Investasi Untuk Biayai Pembangunan 2023

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ir H.Achmad Hafisz Tohir berbaju batik/Foto: Anjasmara

Lebih jauh Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan Indonesia tentu siap bekerjasama delegasi Korea Selatan tersebut, apalagi mengingat banyaknya potensi-potensi peluang yang terbuka di Indonesia baik business to business, business to government dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Sebagai negara yang telah lama bersahabat, Indonesia menyambut positif hal tersebut terlebih banyaknya potensi peluang yang terbuka baik business to business, business to government dan KPBU,” ujar Anggota Fraksi PAN.

Mantan Ketua Komisi VI DPR ini memuji Korea Selatan sebagai salah satu negara Asia yang mempunyai teknologi mumpuni terbaik dalam sektor transportasi layaknya Jepang dan Tiongkok. “Tak hanya itu, Korea Selatan memiliki pengalaman sejarah panjang dalam memindahkan Ibu Kota Administratif dari Seoul ke Sejong sejak 10 tahun lalu,” terangnya lagi.

Dengan pengalaman itu, lanjut Hafisz, Negeri Ginseng ini dapat menjadi contoh bagi Indonesia kedepannya yang memiliki rencana serupa dalam memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke IKN Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. “Itu juga yang kita soroti, karena IKN kalau tidak di-support investasi maka tidak akan bisa dibangun sepenuhnya mengingat APBN yang sangat terbatas. Bentuk investasi konkritnya, Korea Selatan menawarkan kerjasama investasi teknologi kereta api,” paparnya.

Meski KAI bisa membuat sendiri rangkaian gerbong kereta, sambung Waketum PAN ini, namun lokomotifnya hanya bisa dibuat oleh negara-negara tertentu salah satunya Korea Selatan. Hal ini kita harapkan dapat membawa investasi Korea Selatan ke Indonesia, bukan hanya transfer teknologi tetapi juga modal. “Terlebih, Indonesia mempunyai harapan dapat menjadi 5 besar kekuatan ekonomi dunia di tahun 2035 yang hanya dapat diraih melalui kerjasama dengan negara-negara sahabat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Komisi Transportasi, Infrastruktur dan Agraria Parlemen Korea Selatan Hon. Mr. Hong Kee Won menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang berperan penting dalam diplomasi parlemen dan berkontribusi besar dalam perdamaian dunia. Hal ini ditunjukkan dengan suksesnya penyelenggaraan IPU 144 dan P20 pada tahun lalu. Pihak Korea Selatan juga menyambut baik dan mendukung keketuaan Indonesia di ASEAN dan MIKTA pada tahun ini.

Diharapkan dengan Keketuaan Indonesia dapat memberikan hasil dan manfaat yang baik di tingkat regional dan internasional. Korea Selatan juga mendukung peranan Indonesia dalam perdamaian di Semenanjung Korea, dimana DPR RI yang telah membentuk Grup Kerja Sama Bilateral dengan Korea Selatan dan Korea Utara dapat menjadi penengah yang baik untuk segala pihak. Disampaikan juga rencana kunjungan Ketua Parlemen Korea Selatan ke Indonesia pada pertengahan Januari 2023 ini. ***

Penulis : M Arpas
Editor  :  Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top