Market

Solusi Soal PHK, Nyoman Parta Minta Grand Inna Bali Latih Karyawan Berwirausaha

Solusi Soal PHK, Nyoman Parta Minta Grand Inna Bali Latih Karyawan Berwirausaha

DENPASAR, SUARAINVESTOR.COM- Polemik pemecatan alias PHK sekitar 381 karyawan Hotel Grand Inna Bali Beach belum selesai. Namun mulai ada tanda-tanda titik temu dalam penyelesaian tersebut, yakni dengan pemberian pelatihan berwirausaha. “Pelatihan itu tawaran saya dan pihak manajemen menyepakati usulan tersebut,” kata Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta kepada wartawan, Sabtu (30/7/2022).

Legislator dari Dapil Bali ini menjelaskan bahwa tawaran itu merupakan salah satu solusi agar karyawan yang terkena PHK tidak dibiarkan begitu saja, sehingga tetap dibina usahanya. “Kalaupu akhirnya terjadi PHK, lalu mereka mendapatkan pesangon, agar pesangonnya tidak langsung digunakan untuk beli ini dan beli itu,” terang anggota Fraksi PDIP.

Ditempat yang sama, Made Karta (44 tahun), salah satu perwakilan dari 137 karyawan Grand Inna Bali Beach yang masih konsisten menolak PHK menilai hal itu bisa menjadi salah satu solusi yang baik dan pelatihan juga menjadi keharusan yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Jadi seharusnya memang di PKB pun ada sebenarnya, kalau masa pensiun akan datang itu karyawan difasilitasi pelatihan. Kalau misalnya PHK benar terjadi dan ada pelatihan itu bagus, kami bisa berwirausaha,” kata Made Karta lagi.

Sementara itu dalam proses mediasi antara pihak Grand Inna Bali Beach dan karyawan yang masih menolak PHK tak tercipta kesepakatan lain.

Made Karta dan 136 rekannya yang menolak dari total awal 381 karyawan menyampaikan poin keberatannya dihadapan petinggi perusahaan.

Mereka menolak adanya PHK. Namun apabila dilanjutkan, pihak karyawan menuntut nominal pesangon yang selama ini dinilai belum sesuai. Kemudian harapan pekerja adalah ketika nantinya hotel dibuka kembali, seluruh atau sebagian karyawan yang menolak di PHK dapat dipastikan kembali bekerja.

Di sisi lain Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said usai mediasi menyatakan sepakat dengan arahan anggota DPR RI tersebut. “Saya sepakat dengan  training itu karena banyak pengalaman ketika mereka mendapatkan pesangon dengan jumlah besar mereka main judi dan semacamnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Iswandi menambahkan pihaknya ingin agar uang pesangon tersebut bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti berwirausaha atau yang lainnya.

Namun selain itu terkait keinginan karyawan untuk dipekerjakan kembali, lanjut Iswandi, pihaknya belum dapat memastikan. Pun juga kenaikan pesangon yang menjadi tuntutan para pekerja.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Eko

BERITA POPULER

To Top