Industri & Perdagangan

Sektor Konstruksi Serap 78% Produksi Baja KRAS

Sektor Konstruksi Serap 78% Produksi Baja KRAS
Dirut PT KRAS, Sylmi Karim Sedang Memaparkan Kinerja BUMN Baja Nasional di Komisi VI DPR, Senin (11/4/2022)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim menjelaskan bahwa produksi baja nasional mencapai 14 juta ton sepanjang 2021. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi baja pada 2020 yang baru sebanyak 12,9 juta ton. “Sedangkan suplai produksi nasional setelah dikurangi ekspor menjadi sebesar 57 persen,” katanya dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (11/4/2022).

Lebih jauh Silmy mengungkapkan konsumsi terbanyak dari baja nasional terserap pada sektor konstruksi sebesar 78 persen. Lalu, sektor otomotif sebesar 11,3 persen. Sedangkan di mekanik sebesar 2,6 persen dan kelistrikan mencapai 1,9 persen. “Pada 2021 sektor konstruksi menjadi sektor pengguna baja terbesar dengan kontribusi sebesar 78 persen, diikuti sektor otomotif sebesar 11,3 persen,” ujarnya.

Menurut Sylmi, konsumsi baja nasional pada 2021 mulai menunjukan peningkatan. Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim menjelaskan konsumsi baja nasional pada 2021 mencapai 15,5 juta ton. Realisasi konsumsi ini naik dibandingkan konsumsi baja nasional 2020 sebesar 15,1 juta ton. “Angka ini naik 2,5 persen dari tahun sebelumnya. Konsumsi baja nasional sejak 2015 itu terus menunjukan pertumbuhan,” terangnya.

Terkait soal PT Krakatau Posco, Sylmi menjelaskan bahwa KRAS pada bulan depan akan secara resmi meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 30 persen menjadi 50 persen. “Kita sudah menandatangani kesepakatan peningkatan saham KRAS di Krakatau Posco yang kemudian akan menjadi basis pengembangan produk flat perseroan,” paparnya lagi.

Adapun, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengesahkan hal tersebut akan diselenggarakan pada 10 Mei 2022. “Ini akan menjadi tonggak yang cukup signifikan untuk Krakatau Steel, akan jadi pendorong dalam hal ekspansi ke depan,” tutur Silmy lagi.

Krakatau Posco diketahui merupakan perusahaan patungan antara KRAS dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) asal Korea Selatan. Didirikan pada 2011, pabrik baja terpadu Krakatau Posco mulai berproduksi pada 2014. Peningkatan kepemilihan saham tersebut mendukung upaya ekspansi perseroan ke depan. Pada proyek Hot Strip Mill (HSM) 2 yang diresmikan tahun lalu, KRAS dan Posco menggelontorkan investasi senilai US$521 juta atau setara Rp7,5 triliun. ***

Penulis    :    Iwan Damiri
Editor      :    Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top