Market

Pulihkan Ekonomi, Mukhtarudin: Penyediaan Vaksin Covid-19 Perlu Dievaluasi Agar Tepat Sasaran

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin mendesak pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap distribusi vaksin ke berbagai daerah. Hal ini untuk memperkecil celah penyalahgunaan, alias jual beli vaksin yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan.

“Ya terutama soal manajemen vaksinasi ini sangat penting, untuk memastikan kelancaran proses vaksinasi,” ujar Mukhtarudin kepada Wartawan, Selasa (25/05/2021).

Lebih jauh kata Mukhtarudin, selain infrastruktur penunjang vaksinasi, masalah proses distribusi vaksinasi juga perlu menjadi perhatian bersama.

Pasalnya, kata Mukhtatudin proses vaksinasi ini menjadi salah satu poin penting untuk dapat mencapai pemulihan ekonomi nasional.”Kita evaluasi dari proses penyediaan, karena itu kita selalu mengingatkan bahwa proses vaksinisasi ini menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi. Artinya, lambatnya proses vaksinisasi, maka akan memperlambat kebangkitan ekonomi,” katanya.

Politisi Golkar tersebut juga menambahkan proses vaksinasi ini sangat penting dan perlu dipersiapkan secara matang oleh semua pihak.

Selain menjadi perhatian pemerintah, proses vaksinasi ini harus dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk pentingnya melakukan vaksinasi.”Dengan begitu, maka herd community akan segera terbentuk, sehingga target pemerintah bisa tercapai,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan Indonesia baru saja menerima vaksin Covid-19 tahap ke-13, Selasa (25/5/2021). Pada tahap ini diterima sebanyak 8 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku untuk kemudian diproduksi oleh Bio Farma.

Dengan tambahan 8 juta dosis vaksin Sinovac tersebut, total bahan baku vaksin yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 73,5 juta dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sudah diproduksi sebanyak 51,3 juta dosis vaksin yang siap disuntikkan.

“Yang sudah diproduksi Bio Farma ada 51,3 juta dosis, dan kita sudah dapat rilis dari BPOM 33 juta dosis. Masih ada 18,35 juta dosis lagi yang masih dalam proses rilis BPOM. Untuk total vaksin produksi Bio Farma yang sudah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia sebanyak 32,3 juta dosis,” kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Selasa (25/5/2021).

Honesti menambahkan, bila digabungkan dengan vaksin jadi, yaitu 3 juta dosis vaksin Sinovac dan 4,5 juta dosis vaksin Astrazeneca, total yang sudah didistribusikan sebanyak 39,8 juta dosis.

Sedangkan untuk realisasi vaksinasi sampai saat ini adalah 24,9 juta dengan rincian SDM kesehatan 1,5 juta dosis pertama dna dosis kedua 1,4 juta, lansia dosis pertama 3,1 juta dan dosis kedua 2,1 juta, lalu petugas publik vaksinasi dosis pertama 10,4 juta dan dosis kedua 6,5 juta. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top