Nasional

Portadin: Kelompok Disabilitas Butuh Kolaborasi Dengan Semua Stake Holder

Portadin: Kelompok Disabilitas Butuh Kolaborasi Dengan Semua Stake Holder
"Gelombang Semangat Inklusi: Gebyar Portadin 2025 yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos/Foto: dok Portadin

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Orangtua dengan Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) terus memperkuat kesadaran masyarakat atas keberadaan kelompok disabilitas. Hal itu kemudian mendorong pihaknya menggelar perhelatan bertajuk “Gelombang Semangat Inklusi: Gebyar Portadin 2025.” yang akan berlangsung Kamis, 7 Agustus 2025, Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Di berbagai daerah masih ada belum semuannya ada aturan turunan, berupa perda maupun pergub sehingga belum bisa dilaksanakan,” kata Ketua Umum Portadin Dr Hendratmoko dalam keterangan resminya, Rabu (6/8/2025).

Lebih lanjut Hendy-sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sebanyak 700 orang yang terdiri dari anak disabilitas, orang tua dari berbagai ragam disabilitas, dan tamu undangan akan hadir. Mereka akan menyaksikan penampilan parade, atraksi seni dan olahraga anak anak disabilitas. “Puluhan konter UMKM yang mempertontonkan aktifitas wirausaha milik anak anak disabilitas yang dikembangkan bersama orangtua mereka,” ujarnya lagi.

Hendy memastikan bahwa saat ini organisasinya berfokus pada implementasi UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Alasannya adalah saat ini produk hukum yang bermaksud menjamin agar penyandang disabilitas bisa hidup mandiri, setara, dan bebas dari diskriminasi dalam segala aspek kehidupan belum berjalan sempurna.

Apa yang dibutuhkan sekarang, lanjut Dosen Pasca Sarjana Kwik Kian Gie School of Business, adalah berkolaborasi agar pemenuhan hak itu bisa terwujud. Bagaimanapun, penyandang disabilitas sendiri membutuhkan dukungan untuk mendapatkan haknya kendati negara secara formal telah mengakuinya. Atas dasar itu, dalam acara hari Kamis mendatang, pihaknya sengaja akan mengukuhkan istri Menteri Sosial Fatma Saefullah Yusuf menjadi Pembina Portadin, dan anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai salah satu pembicara pada Talkshow. Keduanya punya peran yang ikut menentukan masa depan pemenuhan hak kelompok disabilitas di Indonesia.

Disadari oleh Hendratmoko bahwa dalam upaya mencapai kemandiriannya penyandang disabilitas amat membutuhkan dukungan. Orangtua, keluarga dan orang-orang terdekat asal atau sumber utama dukungan yang mereka butuhkan. Keakraban dan kepercayaan tumbuh dalam interaksi antara penyandang disabilitas dengan orang-orang terdekat itu sehingga muncul ekosistem ideal. “Kami lewat organisasi ini ingin memberikan dukungan anak-anak kami berkembang di masyarakat layaknya warga negara lain,” pungkasnya.***

Penulis : Budiana
Editor   : Budiana

BERITA POPULER

To Top