Market

Pertalite Cepat Habis di SPBU, Diduga Migrasi Tinggalkan Pertamax Meroket

Pertalite Cepat Habis di SPBU, Diduga Migrasi Tinggalkan Pertamax Meroket
Ilustrasi Kendaraan Roda Empat Pengguna BBM Pertamax/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Banyaknya pengguna BBM Pertamax yang beralih ke Pertalite menyebabkan BBM jenis Pertalite sering habis di sejumlah SPBU. Apalagi sejumlah BBM Non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sudah naik sejak 3 Maret 2022.

“Memang kendalanya saat ini adalah migrasi yang cukup besar, dari kendaraan yang mengonsumsi Pertamax menjadi Pertalite,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno kepada suarainvestor.com, di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Berdasarkan pantauan lapangan di wilayah Kota Tangerang, ketersediaan BBM Pertalite sering habis pada waktu malam. Sehingga pengguna sepeda motor terpaksa harus membeli Pertamax. Bahkan masyarakat Kabupaten Pandeglang juga merasakan kesulitan mencari BBM jenis pertalite.

Ditanya soal kemungkinan BBM jenis Pertamax biasa akan naik, Eddy tidak membantah. Hal ini karena BBM non subsidi ini dirumorkan akan naik dalam waktu dekat. “Sehingga hal itu jelas akan mempengaruhi pengguna Pertalite akan semakin bertambah, karena adanya migrasi tersebut,” ujarnya.

Yang jelas, kata Politisi PAN, Pertamina telah menegaskan bahwa produksi BBM jenis Pertalite tidak dikurangi, karena BBM Pertalite paling banyak dikonsumsi masyarakat. “Jadi hasil total penjualan Pertamina itu berasal dari hasil Pertalite, bahkan Pertamina punya kecenderungan untuk memastikan ketersediaan Pertalite, ketimbang harus menguranginya,” terangnya lagi.

Namun Eddy mengakui salah satu pendorong kenaikan harga minyak dunia adalah dampak perang Rusia-Ukraina. Sehingga membuat Pertamina kesulitan untuk mengimpor BBM, dengan harga yang kompetitif. Karena memang harga minyak dunai terus naik.

“Tetapi hal itu, bukan mengurangi pasokan untuk dalam negeri, karena itu, kita tetap bisa membelinya. Jadi meskipun, harga minyak dunia naik, harga BBM dalam negeri tidak naik dan tetap tersedia, karena hal itu sudah menjadi penugasan Pertamina,” imbuhnya.

Sebelumnya,  Dewan Energi Nasional (DEN) meminta Pertamina  agar pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tetap tersedia. Terlebih kondisi tersebut terjadi di tengah gejolak kenaikan harga minyak dunia.

Hal itu penting dilakukan saat ini sebab BBM dengan kadar oktan (RON) 90 yang dijual Pertamina ini paling murah dibandingkan produk serupa dari pesaing, selain penggunaannya paling banyak dibandingkan jenis BBM lainnya.

Anggota DEN, Satya Wira Yudha, mengatakan dalam upaya mengamankan pasokan Pertalite diperlukan penegakan hukum dari aparat keamanan agar tidak terjadi kelangkaan.

Menurut dia, langkah ini juga penting untuk mencegah adanya potensi tindakan dari pihak yang ingin mengambil keuntungan sepihak seperti mengoplos atau penimbunan BBM.

“Pengaturan penggunaan Pertalite itu jadi kepentingan bersama. Penegakan hukum oleh aparat ini bisa langsung melakukan tindakan, peranan penegak hukum sangat besar. Jangan sampai ada upaya penimbunan,” ujarnya. ***

Penulis   :   Iwan Damiri
Editor     :  Chandra

BERITA POPULER

To Top