JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) untuk memperkuat pemahaman soal masalah-masalah kesejahteraan sosial di lapangan yang menjadi program pemerintah. Adapun proses penyelenggaraan kesejahteraan sosial oleh Kemensos melibatkan pendataan, verifikasi, validasi, penetapan, dan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Nah, Data ini menggunakan pendekatan Desil untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan,” kata Gus Ipul-sapaan akrabnya saat menerima audiensi Ketua umum DNIKS, Effendi Choire dan sekaligus penyerahan dokumen hasil Mukernas I DNIKS di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Gus Ipul-sapaan akrabnya saat menerima audiensi Ketua umum DNIKS, Effendi Choire dan sekaligus penyerahan dokumen hasil Mukernas I DNIKS di Kantor Kemensos/Foto: eko
Hadir dalam silaturahmi tersebut dari Kemensos, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Radik Karsadiguna, sementara dari DNIKS, antara lain Sekretaris Jenderal DNIKS Sudarto, Waketum Dian Novita Susanto, Ketua Ali Nurdin Abdul Gani, Rudi Andries, Kolonel (Purn) TNI AL Thamrin Ferly, Ketua BPA DNIKS, Siswadi Abdulrochim, Ketua DNIKS KH Marur Ainun Najih, Ketua Nurliyana Habsjah Sopuan, Ketua Ihsanudin, Ketua Saiful Anwar, Ketua Sudarman, Ketua Harpalis, Dewan Pakar DNIKS Hatta Taliwang, Wakil Sekjen DNIKS Tetri dan Wakil Sekjen Mulyadin Permana. “Karena itulah keberadaan DNIKS menjadi pilar penting dan mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya Kemensos,” ujarnya.
Lebih jauh Gus Ipul menjelaskan bahwa Desil membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan desil 1 mewakili kelompok terendah. Desil 5-10, merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi, yang mungkin menerima bantuan sosial tertentu atau program pemberdayaan. “Nah, Desil 1 sampai 4 itu adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, dulu sering disebut Sadikin (sakit sedikit miskin),” terangnya lagi.
Gus Ipul menambahkan bahwa DTSEN ini menjadi dasar untuk menentukan siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan secara tepat dan terukur. DTSEN akan terus divalidasi karena data sosial sangat dinamis.
Disisi lain, kata Gus Ipul, Kemensos terus memperkuat layanan bagi 12 kelompok penerima atensi sosial atau yang sering disebut dengan 12 PAS. Adapun 12 PAS mencakup kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program kesejahteraan sosial yang terdiri dari anak-anak rentan, difabel, lansia telantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana, mereka yang membutuhkan afirmasi khusus, warga binaan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat yang bermasalah sosial, dan perempuan rentan dan fakir miskin.
Dikatakan Gus Ipul, masyarakat yang masuk dalam kategori 12 PAS dapat mengakses layanan yang disediakan oleh sentra-sentra Kemensos yang tersebar di berbagai daerah. “Ada yang residensial atau tinggal di sentra, ada juga yang kita datang ke rumahnya,” tuturnya.
Sementara itu Ketua umum DNIKS Effendy Choirie mengatakan pihaknya terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kemensos. “Hal ini karena masalah kemiskinan juga terkait dengan Kementerian dan lembaga-lembaga lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut Gus Choi-sapaan akrabnya mendukung seluruh program kerja Kemensos agar pengentasan kemiskinan bisa tercapai ke depan. Karena itu, kemudian DNIKS mendata dan menginventarisir seluruh organisasi sosial (orsos) atau lembaga sosial yang ada sekarang ini, lalu melakukan standarisasi terhadap Orsos yang bergerak dibidang kesejahrteraan sosial dan perlu berbadan hukum,” cetusnya.
Terkait dengan HUT DNIKS ke 58, Gus Choi menjelaskan bahwa Kemensos mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan dalam kegiatan HUT itu akan disampaikan soal arah dan kebijakan tentang kesejahteraan sosial. “Lokasi pelaksanaan HUT DNIKS, rencananya akan berlangsung di Kantor Kemensos dan DNIKS,” tukasnya.
Sedangkan Ketua Panitia HUT DNIKS, Dian Novita Susanto menjelaskan bahwa ulang tahun DNIKS direncanakan berlangsung pada Juli 2025. Rangkaian acara HUT DNIKS ke-58 akan diisi dengan berbagai k3giatan antara lain: Seminar Nasional Kesejahteraan Sosial, Lomba Baca Puisi bertema Cinta Gaza, Bakti Sosial. Kemudian ada juga Lomba Catur Disabilitas, Pemberian Penghargaan kepada Tokoh Kesejahteraan Sosial, serta ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit. ***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








