Industri & Perdagangan

Lockdown Terkesan Menakutkan, Perpadi: Supir Truk Takut Angkut Beras

Truk Pengangkut Beras/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Distributor beras lebih mendukung kebijakan Karantina Wilayah ketimbang Lockdown. Alasannya, dengan karantina wilayah, maka distribusi logistik seperti beras masih bisa terus berjalan.”Sebaiknya karantina wilayah saja, karena distribusi beras masih bisa berjalan. Kalau ‘lockdown’, masyarakat tidak bisa kemana-mana dan di rumah saja,” kata Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras), Billy Haryanto, di Jakarta, Senin, (30/3/2020).

Menurut Billy, para pengusaha beras mengusulkan kepada pemerintah agar lebih memilih opsi karantina wilayah ketimbang “lockdown”.

Billy mengatakan bahwa karantina wilayah hanya membatasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainnya dan tidak membatasi pergerakan distribusi barang. “Jadi di perbatasan wilayah nantinya para sopir truk yang membawa beras tinggal menunjukkan kartu pas,” jelasnya.

Keberlangsungan pedagang beras menurut Billy menjadi penting di saat situasi “krisis” seperti sekarang ini. Karena peredaran beras di Jabodetabek 98 persen dipegang pelaku swasta.Selain itu banyak pekerja informal yang menggantungkan hidupnya dari distribusi beras.”Kecuali Bulog yang dikelola BUMN yang pegang mau dilockdown juga engga masalah. Harus diingat, perhatikan kuli di pasar Cipinang rata-rata dari luar DKI, Serang, dan Karawang,” katanya.

Berbeda apabila pemerintah memberlakukan “lockdown”, pengusaha beras di daerah tidak akan mengirimkan berasnya ke Jakarta. Karena khawatir beras tidak akan masuk karena pemberlakuan karantina total.Selain itu, diksi “lockdown”, menurut Billy terkesan menakutkan bagi masyarakat”’Lockdown’ kan dikunci total, sopir-sopir truk yang membawa beras takut bila statusnya ‘lockdown’, karena beras tidak akan masuk. Arus logistik jadi terganggu. Dan kalau dengar kata ‘lockdown’, masyarakat jadi takut,” katanya.

Menurutnya, distribusi beras menjadi sangat penting, karena di pasar induk beras Cipinang, ketersediaan beras hanya cukup untuk 25 hari ke depan. “Stok beras di pasar induk Cipinang cukup untuk 25 hari,” katanya. *

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top