JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM— Semangat pemberdayaan perempuan mewarnai pelaksanaan Seminar Nasional dan Kick Off Program Pemberdayaan Perempuan bertema “Ibuku Hebat, Ibuku Kuat: Perempuan Berdaya Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal” yang diselenggarakan oleh Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) sebagai pelaksana Program ICW-CIF Development Small Project yang direkomendasikan melalui Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).
Kegiatan yang dihadiri oleh organisasi perempuan, pelaku UMKM, akademisi, komunitas perempuan, dan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong perempuan Indonesia yang mandiri, produktif, sehat, dan berdaya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPEKRAF, Hj. Tengku Nurliyana Habsjah, SE., M.Pd., menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga kepemimpinan, kesehatan dan akses terhadap peluang yang setara. “Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan lebih tangguh dan pembangunan bangsa dapat berjalan lebih berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Sebagai keynote speaker, Ketua Umum KOWANI, Ibu Nani Hadi, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan mitra strategis pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di berbagai sektor kehidupan apabila diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan yang memadai. Sesi talkshow menghadirkan sejumlah tokoh perempuan nasional yang memberikan perspektif beragam mengenai pemberdayaan perempuan.
Sekretaris Jenderal KOWANI, Ibu Ratu Dian Hatifah, mengajak perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas jejaring agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Ibu Lien menyampaikan bahwa transformasi digital dan perubahan dunia kerja membuka peluang baru bagi perempuan untuk berkembang, baik sebagai tenaga profesional maupun pelaku usaha mandiri.

Perspektif inklusif disampaikan oleh Ibu Fatimah Asri Mutmainnah dari Komisi Nasional Disabilitas yang menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang berkarya, dan berkontribusi tanpa terkecuali. “Perempuan tanpa batas bukan berarti tanpa tantangan, tetapi perempuan yang mampu melampaui batasan yang selama ini dianggap menghalangi potensinya,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan perempuan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kesehatan bertema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat” yang disampaikan oleh tim EMC Pekayon. Sesi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini kanker serta pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang bagi perempuan dan keluarga.
Diskusi yang dipandu oleh Anisa Rahmawati, M.Pd., selaku Sekretaris Jenderal PPEKRAF berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai pertanyaan serta pengalaman peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu pemberdayaan perempuan, ekonomi kreatif, kesehatan, dan pembangunan yang inklusif.
Melalui kegiatan ini, PPEKRAF menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program-program yang mendorong peningkatan kapasitas perempuan, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak.
Seminar Nasional dan Kick Off Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya gerakan bersama untuk menghadirkan perempuan Indonesia yang lebih berdaya, lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih berdampak bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.
Dengan semangat: “IBUKU HEBAT, IBUKU KUAT”
Perempuan Berdaya • Keluarga Sejahtera • Indonesia Maju. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








