Market

Ketua Pelaksana Loretta Kartikasari: Pelatihan Digital Bisa Dongkrak Kesejahteraan Sosial Kalangan Prasejahtera Disabilitas

Ketua Pelaksana Loretta Kartikasari: Pelatihan Digital Bisa Dongkrak Kesejahteraan Sosial Kalangan Prasejahtera Disabilitas
Ketua Pelaksana Pelatihan TIK Disabilitas dan Prasejahtera/Foto: DNIKS

BANJARMASIN, SUARAINVESTOR.COM-Sektor pendidikan termasuk pelatihan menjadi perhatian utama dari Pemerintahan Prabowo Subianto. Karena pendidikan dan pelatihan bisa memutus mata rantai kemiskinan. Sehingga Pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan digital kreatif menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. “Dengan dukungan penuh dari DNIKS, BAKTI Komdigi dan BBPPKS maka kegiatan ini dapat terselenggara sesuai rencana. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kompetensi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan TIK Prasejahtera 2025, RA Loretta Kartikasari usai membuka Pelatihan TIK Disabilitas dan Prasejahtera Inklusif 2025 di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (27/11/2025).

Ketua Pelaksana Loretta Kartikasari: Pelatihan Digital Bisa Dongkrak Kesejahteraan Sosial Kalangan Prasejahtera Disabilitas

Hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut, Ketua umum DNIKS Dr A Effendy Chorie, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin KemensosYadi Muchtar, Plt Direktur Keuangan BAKTI Komdigi Wahyu Arvianto, Wakil Ketua LKKS Kalimantan Selatan Hesly Junianto, Wakil Ketua umum DNIKS Rudi Andries, Ketua DNIKS A Eko Cahyono, Wasekjen DNIKS Sentot Janinto Modjo, serta Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifky Hakim. “Pelatihan TIK pada penghujung 2025 di Banjarbaru merupakan yang kedua setelah pelaksanaan pelatihan digital yang pertama di Cikarang Kabupaten Bekasi, beberapa minggu yang lalu,” terang Dyah Loretta sapaan akrabnya.

Lebih jauh Dyah menambahkan bahwa pelatihan TIK kali ini dirancang sebagai upaya peningkatan kapasitas teknologi informasi bagi kelompok prasejahtera dan kelompok inklusi. “Sehingga kelompok tersebut mampu memanfaatkan teknologi untuk menumbuhkan kreatifitas, serta peluang pengembangan ekonomi berbasis digital,” paparnya.

Pelatihan Digital tersebut, kata Dyah yang juga menjabat sebagai Ketua DNIKS Bidang Peningkatan Skil dan Pengembangan Profesi itu menerangkan baha kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta sebanyak 220 orang yang berasal dari Banjarbaru. “Kegiatan ini terdiri dari sesi pemaparan materi dan praktik langsung, meliputi Penguatan literasi digital untuk mendukung kemandirian, kreatifitas digital dan pemberdayaan ekonomi digital,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Direktur Keuangan BAKTI Komdigi, Wahyu Arvianto mendukung penuh Pelatihan TIK bagi Disabilitas dan Prasejahtera Inklusif 2025 yang bekerjasama dengan DNIKS dan BBPPKS. Kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan untuk mendorong pemerataan pembangunan terkait dengan akses teknologi literasi digital.

Menurut Wahyu, pelatihan TIK ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi informasi bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital. “Penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap terselenggaranya program inklusi digital ini,” imbuhnya.***

Penulis : Eko Cahyono
Editor   : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top