Market

Pelatihan TIK, Ketua DNIKS Loretta: Kalangan Disabel dan Prasejahtera Bisa Akses Ekonomi Berbasis Digital

Pelatihan TIK, Ketua DNIKS Loretta: Kalangan Disabel dan Prasejahtera Bisa Akses Ekonomi Berbasis Digital
Ketua DNIKS Bidang Pengembangan Profesi dan Ketua Pelaksana Pelatihan TIK Bagi Disable dan Prasejahtera Inklusif 2025, RA Loretta Kartikasari/Foto: DNIKS

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMDewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menilai kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Kreator Digital dan TIK Kewirausahaan Digital dirancang sebagai upaya peningkatan kapasitas teknologi informasi bagi kelompok prasejahtera dan kelompok inklusi. Sehingga kalangan ini mampu mengakses berbagai informasi dan layanan publik. “Bahkan menjadikan akses informasi itu menjadi peluang pengembangan ekonomi berbasis digital,” kata Ketua Pelaksana Pelatihan TIK Bagi Masyarakat Prasejahtera dan Inklusif Tahun 2025, RA Loretta Kartikasari dalam pembukaan pelatihan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komikasi dan Digital (Komdigi), Kabupaten Bekasi, Rabu (19/11/2025).

Pelatihan TIK, Ketua DNIKS Loretta: Kalangan Disabel dan Prasejahtera Bisa Akses Ekonomi Berbasis Digital

Lebih jauh kata Dyah-sapaan akrabnya menambahkan bahwa pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta sekitar 400 orang yang berasal dari dua kota, serta didukung para trainers berpengalaman. “Kegiatan ini terdiri dari sesi pemaparan materi dan praktik langsung, meliputi penguatan literasi digital untuk mendukung kemandirian dan pemberdayaan ekonomi,” terangnya lagi.

Ketua DNIKS Bidang Pengembangan Profesi itu mengungkapkan bahwa dengan dukungan penuh dari DNIKS dan BAKTI Komdigi, kegiatan ini dapat terselenggara sesuai rencana. “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kompetensi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Hamdani Pratama mengucapkan rasa terima kasih kepada Bakti Komdigi dan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) atas kepercayaan yang sangat luar biasa, menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa ini di BPPTIK. “Kami sangat bangga dapat dapat dipercaya untuk berkolaborasi di kegiatan pelatihan kali ini,” ungkapnya.

Pelatihan TIK, Ketua DNIKS Loretta: Kalangan Disabel dan Prasejahtera Bisa Akses Ekonomi Berbasis Digital

Dari kiri ke kanan, Kepala BPPTIK Komdigi Hamdani Pratama, Ketua Pelaksana Pelatihan TIK, RA Loretta Kartikasari dan Direktur LIT BAKTI KOMDIGI, Yulis Widyo Marfiah/Foto: DNIKS

BPPTIK, kata Hamdani, selaku Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Pengembangan SDM Komdigi, selalu mendukung kegiatan-kegiatan program nasional, seperti pelatihan yang dilaksanakan saat ini. “Kami bekerjasama dengan Pemkab Bekasi dan menargetkan sekitar 3000 peserta setiap tahunnya untuk pelatihan digital dari berbagi kalangan,” paparnya.

Diakui Hamdani, bahwa kegiatan ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait peningkatan dan penguatan SDM dalam bidang sains, teknologi serta mendorong kewirausahaan dan ketrampilan digital bagi seluruh lapisan Masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh Hamdani menjelaskan bahwa BPPTIK adalah salahsatu Unit Pelaksana Teknis di BPSDM Komdigi. Adapun BPPTIK telah hadir sejak 2011 dan berfokus pada pengembangan SDM bidang Digital, yakni 4 fokus tupoksi: Pertama-Melaksanakan pelatihan bidang TIK bagi seluruh lapisan Masyarakat. Kedua, melaksanakan Uji Kompetensi /sertifikasi bagi mahasiswa, ASN dan Masyarakat. Lalu Ketiga-melaksanakan sertifikasi & akreditasi program pelatihan bidang TIK, dan Keemoat-melaksanakan pelayanan Produk Jasa di Bidang TIK.

Pelatihan TIK, Ketua DNIKS Loretta: Kalangan Disabel dan Prasejahtera Bisa Akses Ekonomi Berbasis Digital

Dari Kika, Ketum DNIKS Gus Choi, Waketum DNIKS Rudi Andries dan Direktur LTI BAKTI Komdigi Yulis Widyo Marfiah/Foto: DNIKS

Ditempat yang sama Wakil Ketua umum DNIKS Bidang Peningkatan Mutu dan Materi, Rudi Andries memastikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremonial. Namun kegiatan permberdayaan yang berdampak pada kualitas skill. “Kami menyiapkan modul IoT dan AI yang dirancang oleh para ahli, dan mendatangkan mentor-mentor berpengalaman agar peserta, baik penyandang disabilitas maupun keluarga pra-sejahtera mendapatkan keterampilan yang benar-benar relevan dan aplikatif,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambung Rudi, DNIKS dan BAKTI Komdigi menjamin materi dan metodologi yang digunakan inklusif, mudah diikuti, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas dan peluang kerja peserta. “Tujuan kami sederhana: pelatihan ini harus membuka pintu baru bagi kemandirian dan masa depan,” pungkasnya.***

Penulis : Eko Cahyono
Editor   : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top