Infrastruktur

Kawendra Dorong PLN Lakukan Inovasi Guna Pangkas Konsumsi Energi Fosil

Kawendra Dorong PLN Lakukan Inovasi Guna Pangkas Konsumsi Energi Fosil
Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian/foto; dok DPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian terus mendorong BUMN energi, PT PLN melakukan inovasi guna memperbesar penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Pasalnya, hingga saat ini konsumsi energi fosil masih tinggi masih tinggi dalam memasok kebutuhan energi nasional.
“Ada catatan bahwa penggunaan energi fosil masih tinggi, sekitar 85%, karnea itu ke depan perlu ada strategi khusus untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” katanya di Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Lebih jauh Politisi muda Partai Gerindra itu kemudian menyinggung rencana bertahap PLN menonaktifkan PLTU-PLTU berbasis batu bara dan BBM. “Tentu hal ini perlu diantisipasi dampaknya pada pasokan listrik nasional, apalagi untuk membangun PLTU itu dananya tidak murah,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Kawendra lagi, agar keberadaan PLTU-PLTU di seluruh Indonesia tidak menjadi sia-sia, jika tidak terpakai lagi. Maka sebaiknya dipikirkan manfaat lainnya, jadi untuk apa saja, nah ini perlu dicari solusinya supaya tetap ada valuenya,” paparnya.

Disisi lain, Kawendra mengapresiasi kinerja PLN yang telah diakui dunia, karena masuk 500 perusahaan global yang yang rendah karbon. Bahkan pada 2020, sempat masuk 40 perusahaan terbesar di dunia.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo buka-bukaan mengenai revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk tahun 2024-2033. Di mana saat ini, RUPTL tersebut masih digodok antar pihaknya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam RUPTL tersebut, kata Darmawan, pihaknya akan menambah jumlah kapasitas listrik di Indonesia sebesar 68 Giga Watt.

Dari jumlah tersebut sebesar 67%-nya berasal dari pembangkit listrik sumber energi baru terbarukan (EBT). “Dan saat ini kita sedang menggodok RUPTL dengan total 68 GW antara tahun ini sampai 2033. Dimana 46 GW basis pada renewable energy. Artinya 67% penambahan pembangkit 10 tahun mendatang basis EBT,” beber Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (3/12/2024).

Tak cuma dalam RUPTL yang sampai 2033, Darmawan Prasodjo bahkan membeberkan rencana jangka panjang kelistrikan di Indonesia hingga tahun 2040 yang direncanakan akan ada tambahan kapasitas listrik hingga 100 GW. Dari jumlah tersebut, sebesar 75 GW diantaranya berasal dari sumber energi baru dan energi terbarukan. Nah, salah satu energi baru dan energi terbarukan yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi jumlah tambahan kapasitas listrik di Indonesia sebagian berasal dari energi nuklir. “Dan kalau sampai 2040, 80% penambahan pembangkit itu berasal dari energi baru dan energi terbarukan yaitu renewable energy-nya 75%, 5% nya adalah new energy salah satunya adalah nuklir,” jelasnya.***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

BERITA POPULER

To Top