JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersinergi dengan sejumlah organisasi sosial dan paguyuban menyalurkan bantuan untuk warga yang menjadi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera, salah satunya Kabupaten Aceh Tamiang. Beberapa orsos yang tergabung itu antara lain, Paguyuban Keluarga Kabupaten Muko-Muko (PKKM), Yayasan Yayasan Cahaya Insan Muda Sehati (CIMS), Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) dan Kemensos. “Kami bersama-sama menghimpun barang-barang yang dibutuhkan untuk masyarakat yang terkena dampak bencana. Barang-barang itu, dari berbagai jenis baik untuk anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Ketua DNIKS, Tengku Hj Nurliyana Habsjah Sapuan saat pelepasan bantuan di Jakarta, Kamis, (5/2/2026).

Wakil Ketua Dewan Pakar DNIK Dr Sapuan, Ketua DNIKS Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan, A Eko Cahyono, Wakil Sekjen DNIKS Sentot Janinto Modjo saat melepas bantuan untuk korban bencana alam di Aceh/Foto: eko
Hadir dalam pelepasan bantuan itu, antara lain Wakil Ketua Dewan Pakar DNIKS, Ketua DNIKS A Eko Cahyono dan Wakil Sekjen DNIKS Sentot Janinto Modjo. Adapun barang-barang yang terkumpul lebih banyak kebutuhan sehari-hari, antara lain jilbab, sarung, mukena, dan puluhan ribu potong pakaian. Barang-barang tersebut dihimpun dari berbagai masyarakat yang antusias dan ingin berpartispasi. “Kami segera kirimkan barang-barang menuju daerah yang membutuhkan. Kami saling bahu membahu untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya menjelaskan bahwa solidaritas dari DNIKS dan berbagai Orsos, komunitas serta paguyuban untuk korban bencana Sumatera merupakan aksi nyata membangun persaudaraan dan kepedulian sosial. “Sikap gotong royong dan merawat kepedulian sesama anak bangsa harus terus dijaga,” jelasnya.
Pemerintah, kata Liya yang juga Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), tidak bisa berjalan sendirian mengatasi beban rakyat, karena itu semua ormas dan komunitas yang peduli dengan bencana alam melakukan aksi sosial. “Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menunjukkan kepedulian sosial,” tuturnya lagi.

Ketua Paguyuban Keluarga Kabupaten Muko-Muko, Dr Sapuan bersama Istri Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan/foto: eko
Sebelumnya, Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) bersama Dewan Nasional Indonesia Kesejahteraan Sosial (DNIKS) telah memberikan bantuan untuk warga korban bencana alam yang terjadi di Sumatera, baik Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) berupa makanan dan uang tunai. Penyanyaluran bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan materil untuk meringankan beban sekaligus memberikan semangat bagi korban bencana. “Kami menampung sumbangan dari para donatur yang bersimpati terhadap, ada yang berupa makanan, pakaian, obat-obatan,” tegas Ketua Umum PPEKRAF, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan seusai melepas bantuan logistik melalui jasa ekspedisi di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya, pihaknya mengirimkan langsung bantuan tersebut jasa ekspedisi itu sudah mengetahui titik-titik lokasi yang akan menjadi sasaran bantuan. “Jadi kita sudah koordinasi dengan kawan-kawaan di Aceh Tamiang yang bisa menyalurkan bantuan tersebut. Sehingga tepat sasaran,” ujarnya.
Bantuan tersebut, antara lain 177 kardus, yang terdiri makanan, mie instans, biskuit, susu, minyak goreng, pasta gigi, sabun mandi, beras, sosis, sarden, pakaian, sarung dan obatan-obatan. “Ketersediaan pasokan makanan sangat penting, mengingat sebagian besar warga masih bertahan di lokasi pengungsian akibat rumah yang terdampak longsor atau terendam banjir,” ungkapnya.
Selain itu, kata Ketua DNIKS tersebut, bahwa penyaluran bantuan juga dilakukan melalui koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. “Dengan dukungan ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sementara waktu,” imbuhnya.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono







