JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menilai bahwa pertanian merupakan sektor vital bagi perekonomian Indonesia, karena itu perlu ada keberanian inovasi dan sinergi teknologi agar industri pertanian bisa menyejahterakan dan meningkatkan ekonomi petani. “Karena itulah kami menggelar diskusi bertema Swasembada Pangan dengan Artificial Intelligent, Big Data dan Blockchain,” kata Sekretaris Badan Pakar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Manimbang Kahariyadi kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Lebih jauh Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bidang Litbang dan Kajian strategis Manimbang Kahariady mengatakan bahwa sektor pertanian bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 8 persen, sebagaimana yang dicita-citakan Presiden Prabowo. Maka perlu ada keberanian inovasi dan sinergi teknologi dalam dunia pertanian. “Karena itulah kami menggelar diskusi bertema Swasembada Pangan dengan Artificial Intelligent, Big Data dan Blockchain,” katanya kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bidang Litbang dan Kajian strategis Manimbang Kahariady
bahw maksud dan tujuan kegiatan webinar dengan topik tersebut adalah mengkombinasikan teknologi blockchain dan Kecerdasan Buatan (AI), sehingga dapat merevolusi sektor pertanian dengan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan. “Teknologi AI membantu menganalisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, sedangkan blockchain menyediakan sistem yang aman dan transparan untuk melacak produk pertanian,” ujarnya lagi.
Diharapkan, kata Manimbang lagi, setelah dialog ini maka para petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dengan dukungan teknologi informasi, dan dapat mendorong minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian yang kini semakin menjanjikan. “Dan bisa sukses dengan teknologi secara konfrehensif, inclusif dan berkesinambungan.”
Disisi lain, sambung Manimbang, diskusi ini sekaligus memantapkan konsolidasi organisasi berbasis pelaksanaan program kerja bidang yang menekankan kejelasan tupoksi bidang, yang dapat berkontribusi mendukung kelancaran konsolidasi secara nasional.
Hadir dalam diskusi tersebut, antara lain Dr, Ririn Ketua HKTI Bidang kajian Litbang dan Bayu Apri Dwi Nugroho, PhD ,Wakil Sekjen Bidang Litbang dan kajian Strategis, sebagai moderator, Dr. Lukman Malanuan, Ketua HKTI Bidang Kajian Strategis, serta nara sumber utama: Prof Yandra.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








