JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Fintech Xendit mengklaim memproses lebih dari 150 juta transaksi pembayaran digital, baik di Indonesia maupun Filipina. Data transaksi tersebut mulai 30 November 2020 hingga 30 November 2021. “Total volume transaksi mengalami peningkatan, menjadi lebih dari US$12 miliar pada 2021. Saat ini, Xendit memiliki lebih dari 3.000 merchants aktif, yang terdiri dari 90% merchant UKM dan 10% perusahaan,” kata CEO dan Co-Founder Xendit, Moses Lo kepada wartawan secara virtual, Selasa (14/12/2021).
Dalam diskusi “Tren Pembayaran Digital Indonesia 2021″ ditemukan bahwa metode pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah: eWallet (>40%), Virtual Account (>40%), diikuti dengan kartu kredit dan QR Code (masing-masing >5%),” ujarnya.
Berdasarkan data Xendit, rata-rata nilai transaksi untuk setiap metode pembayaran sangat bervariasi – dengan Virtual Account menempati angka tertinggi (rata-rata Rp2.300.000) dan eWallet menempati angka terkecil (rata-rata Rp70.000). “Hal ini mengindikasikan eWallet banyak digunakan untuk pembayaran bernilai kecil, serupa dengan QR Code yang mencatatkan nominal transaksi rata-rata Rp250.000,” terangnya lagi.
Sementara itu, kata Moses Lo, untuk pembelian bernominal besar, pembeli Indonesia lebih banyak mengandalkan Virtual Account, outlet ritel (rata-rata Rp1.200.000), dan kartu kredit (rata-rata Rp800.000). “Sektor industri yang mengalami peningkatan transaksi terbanyak selama 2021.”
Berdasarkan data Xendit, sektor yang memiliki peningkatan transaksi terbanyak selama tahun 2021 berasal dari 3 industri, yaitu Produk Digital dengan peningkatan lebih dari 400%, Industri Jasa dengan peningkatan lebih dari 300%, dan Jasa Keuangan dengan peningkatan lebih dari 150%. “Kami melihat bahwa selama beberapa tahun terakhir, konsumen Indonesia menginginkan metode pembayaran yang semakin beragam,” paparnya.
Untuk itulah, sangat penting bagi para pemilik bisnis – baik usaha besar maupun mikro – untuk dapat beradaptasi dan menyediakan berbagai metode pembayaran dengan payment gateway seperti Xendit. “Hal ini penting untuk memberikan pilihan yang lebih banyak bagi pembeli, serta meningkatkan konversi transaksi online,” pungkasnya. ***
Penulis : A Rohman
Editor : Chandra








