JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diyakini diyakini akan membuat aktivitas dan aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas.
Bagi para milenial, PPKM Daurat diperpanjang dan diperpanjang dari banyak pihak dari berbagai aspek, termasuk masalah keuangan. Bagaimana cara mengelola keuangan di masa sulit PPKM Darurat ini?
Harumi Supit, Head of Corporate Communications OVO mengakui PPKM Darurat membuat pendapatan masyarakat ikut berkurang sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
Ia juga merencanakan dan mengelola keuangan menjadi hambatan bagi orang saat ini, terlebih bagi para generasi milenial.
“OVO ingin mengajak para milenial bahwa saat ini adalah saat yang krusial untuk setiap orang dalam merencanakan dan mengelola keuangan pribadi atau keluarganya,” ucap Harumi Supit dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/7/2021).
Hal-hal utama yang perlu diperhatikan adalah memiliki dana darurat dan proteksi diri agar siap menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan kapan saja datang.
“Untuk proteksi diri misalnya, para milenial bisa memperoleh produk asuransi jiwa yang terjangkau dan mudah digunakan,” kata Harumi.
Ia mencontoh produk yang terjangkau dan mudah diperoleh seperti PRUTect Care – Hospital Cash yang ada di OVO | Proteksi. Sementara untuk investasi, bisa menggunakan produk investasi seperti yang ditawarkan oleh OVO | Menginvestasikan.
Sementara itu, Perencana Keuangan, Lolita Setyawati, CFP berbagi 7 tips bagi para milenial dalam mengelola keuangan selama PPKM Darurat.
Pertama, menurut Lolita adalah dengan membuat anggaran keuangan. Yaitu membuat rencana anggaran pelaksanaan PPKM darurat saat ini. “Hal ini bertujuan agar kita bisa menyatukan besaran pemasukan dan pengeluaran serta membuat prioritas, sehingga keuangan akan menjadi lebih terkontrol,” sebut Lolita.
Kedua, Gunakan dana darurat. Yaitu situasi yang tidak menentu seperti sekarang, siapkan dana untuk kontes tidak terduga menjadi sangat penting bagi kita semua.
Salah satu cara untuk mempersiapkan dana darurat adalah dengan menjalankan secara rutin dalam bentuk investasi jangka pendek yang mudah tersedia kapanpun dibutuhkan. OVO sendiri telah diluncurkan OVO | Investasikan pada awal tahun ini dengan fitur penemuan instan dan kemudahan yang ditawarkan lainnya.
Ketiga, membatasi kontes. Lolita menjelaskan pengeluaran yang tidak terlalu penting harus dialokasikan untuk pengeluaran penting seperti kebutuhan pokok dan kesehatan, terutama selama PPKM dijalankan.
“Tujuannya, agar kita dapat memilah alokasi pengeluaran yang tepat dan prioritas. Hal ini dapat dengan mudah kita lakukan antara lain dengan memiliki alokasi dana pada OVO Cash, yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran kebutuhan pokok yang penting seperti: tagihan listrik, pulsa, paket data dan sebagainya,” ujarnya.
Keempat, menghindarig dengan bunga tinggi. Pada tips ini, Lolita mengatakan kondisi pandemi yang panjang mengakibatkan tidak adanya ketidakpastian ketidakpastian.
Dengan demikian, kemampuan untuk membayar cicilan utang tinggi seperti kartu kredit dan kredit online, juga menjadi tidak pasti. Dengan menghindari hutang, kita dapat mengerem keinginan untuk berbelanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.
Kelima, proteksi asuransi diri. Menurut Lolita, bahaya dari pandemi COVID-19 tidak dapat dianggap remeh, oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mulai memiliki asuransi untuk diri maupun keluarga agar senantiasa terlindungi dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Bertepatan dengan ini, OVO juga telah meluncurkan OVO Produk PRUTect Care – Hospital Cash, yang bisa dijadikan salah satu pilihan asuransi kesehatan berupa rawat inap ICU dan asuransi jiwa bagi masyarakat yang berbasis digital dan syariah,” urai Lolita.
Keenam, tetaplah menabung dan berinvestasi. Hal ini Lolita ini, walaupun pada kondisi saat ini kita harus lebih ketat dalam mengatur keuangan, jangan sampai tujuan keuangan kita di masa depan. Jadi tetaplah penting dana untuk berinvestasi setiap bulannya, antara lain dengan memanfaatkan fitur OVO | Menginvestasikan.
Ketujuh, menambah pendapatan dari sumber lain. Lolita menjelaskan sejak hadirnya pandemi, dunia digital lebih diminati masyarakat terutama generasi milenial, salah satunya untuk berbisnis/mencari uang.
“Berjualan atau aktivitas lainnya untuk menerima transaksi pun tentu semakin dimudahkan terlebih dengan hadirnya beragam platform e-money di Indonesia,” tegas Lolita. (dito)








