Market

Terimbas Covid-19, BPS: Ekonomi Indonesia Minus -2 Persen

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM--Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif mengalami perlambatan dan terkontraksi sebesar 2,07 persen (yoy) pada 2020. “Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun 2020 dibandingkan dengan Tahun 2019 mengalami kontraksi 2,07 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Jumat, (5/1/2021).

Lebih jauh kata Kecuk-sapaan akrabnya, pada 1998 sempat anjlok pada 1998 saat krisis moneter. Namun pada 2020 ekonomi mengalami kontraksi karena pandemi Covid-19. “Sebagian besar perlambatan ekonomi di 2020 ini juga dialami negara-negara lain di dunia karena imbas pandemi COVID-19 yang sangat masif,” ujarnya.

Lebih jauh Kecuk menjelaskan data statistik terbaru yang memperlihatkan pertumbuhan ekonomi negatif di berbagai negara seperti Amerika Serikat yang minus 3,5 persen, Korea Selatan minus satu persen, dan Uni Eropa minus 6,4 persen. “Banyak negara-negara yang mengalami kontraksi, pengecualian hanya di China dan Vietnam yang tumbuh positif masing-masing 2,3 persen dan 2,9 persen,” terangnya.

Sebelumnya BPS mencatat kontraksi ekonomi pada 2020 terjadi karena komponen pengeluaran penyumbang PDB terbesar seperti konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto dan ekspor masih tumbuh negatif. Meski demikian konsumsi pemerintah ini lebih lambat dibandingkan periode 2019 yang tumbuh 3,26 persen karena adanya perlambatan belanja pegawai maupun perjalanan dinas.

Dari sisi lapangan usaha, sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial menjadi penopang perekonomian Indonesia pada 2020. Sektor informasi dan komunikasi tercatat tumbuh tinggi yaitu 10,58 persen pada 2020 seiring dengan kenaikan permintaan dari masyarakat karena WFH (Work From Home).

Meski terkontraksi dan tumbuh negatif, BPS mencatat perekonomian mulai menunjukkan adanya tanda-tanda optimisme dan perbaikan terutama di triwulan IV-2020. Pada triwulan IV-2020 ekonomi tercatat minus 2,19 persen, setelah perekonomian pada triwulan II dan III-2020 terkontraksi 5,32 persen dan 3,49 persen. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top