Investasi

Terdampak Kasus Jiwasraya, Martin: Jangan Kurangi Hak Pensiunan PT.Sucofindo

Terdampak Kasus Jiwasraya, Martin: Jangan Kurangi Hak Pensiunan PT.Sucofindo
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung (Kemeja Biru) Usai Menerima Para Pensiunan PT.Sucofindo/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mendesak Menteri BUMN Erick Thohir agar menjamin hak-hak pensiunan pegawai PT.Sucofinfo yang jumlahnya 1413 orang. Para pensiunan ini mengadukan kasusnya kepada Komisi VI DPR. Karena pembayaran klaim nasabah asuransi PT.Asuransi Jiwasraya yang dinilai tidak jelas dan tidak adil kepada para nasabah pensiunan. “Hak-hak para pensiunan ini, tidak boleh dikurangi sedikitpun. Apapun yang terjadi,” katanya dalam pertemuan dengan sejumlah Forum Komunikasi dan Silaturrahmi Pensiunan Pegawai (FKSPP) PT.Sucofindo di ruang Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Namun soal skema penyelesaian kasus ini, Martin menyerahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN. “Entah itu melalui pembagian porsi deviden BUMN kepada pensiunan, terserah saja. Hal itu bisa diajukan ke Komisi VI DPR dan Komisi XI DPR,” ujarnya.

Misalnya saja, lanjut Martin, setoran deviden BUMN itu tidak disetorkan seluruhnya kepada negara. Sehingga bisa menalangi kekurangan dari hak pensiunan tersebut. “Jadi tidak ada alasan, bahwa para pensiunan ini polisnya tidak bisa dibayarkan. Karena, para pensiunan ini bukan penyebab kebangkrutan PT.Asuransi Jiwasraya,” ungkapnya lagi.

Politisi Partai Nasdem ini menolak dengan tegas, saat PT.Asuransi Jiwasraya dikatakan kondisinya force majure. Karena bangkrutnya BUMN ini bukan dari bencana alam. “PT.Asuransi Jiwasraya ini bangkrut, karena adanya perampokan. Buktinya, ada proses hukum soal Jiwasraya. Ada yang ditangkap dan disita. Namun hal itu, tidak boleh mengurangi nilai manfaat bagi pemegang polis,” terangnya.

Legislator dari Dapil Sumut II ini membeberkan sejumlah BUMN yang terdampak akibat permasalahan kasus PT.Jiwasraya ini, yakni PT.Garuda Indonesia, PT.Petrokimia Gresik, PT.Rekayasa Industri (Rekind), PT.Bukit Asam, PT.Garuda Maintenance Fasiliti (GMF), PT.Gapura Angkasa, PT.Timah, PT.Surveyor Indonesia, PT Asuransi Kesehatan dan PT.Sucofindo. “Bisa juga lewat jual aset PT.Sucofindo, tapi itukan terlalu lama,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara FKSPP PT Sucofindo, Walpon Silitonga mengapresiasi langkah Fraksi Partai Nasdem yang ikut memperjuangkan dengan gigih hak-hak pensiunan PT Sucofindo. “Saya kira tidak perlu jual aset, karena Sucofindo itu, BUMN yang kaya raya. Karena untuk mencari dana Rp30 Miliar dalam satu tahun, tidak terlalu sulit. Karena satu cabang PT Sucofindo, di Kalimantan saja, sudah mampu memenuhi,” ungkapnya.

Walpon menceritakan pengalamannya saat menjelang pensiun dari PT.Sucofindo, dimana BUMN ini memiliki kekayaan ratusan miliar. “Jadi sangat kecil sekali bagi Sucofindo, uang sebesar Rp30 miliar,” pungkasnya. ***

Penulis   :   Iwan Damiri
Editor     :   Kamsari

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top