Market

Tak Ada Pelanggaran Penempatan Dana Bank Sentral, Purbaya Harapan Baru Perbaikan Ekonomi

Tak Ada Pelanggaran Penempatan Dana Bank Sentral, Purbaya Harapan Baru Perbaikan Ekonomi
diskusi yang diadakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR dengan tema “Menteri Keuangan Baru Harapan Baru Menata Ekonomi Indonesia", Kamis (18/9/2025)/Foto: JOHN

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Ketua Komii XI DPR, Mukhamad Misbakhun menilai tidak ada yang salah dengan langkah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam menempatkan dana Bank Indonesia senilai ratusan triliun untuk sektor perbankan guna menutupi kekeringan likuiditas perbankan. “Yang ingin saya sampaikan mengenai Rp200 triliun adalah bahwa tindakan itu sah. Ada aturan dan landasan perundang-undangan yang mengatur penempatan dana di luar bank sentral,” ujarnya dalam acara diskusi yang diadakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR dengan tema “Menteri Keuangan Baru Harapan Baru Menata Ekonomi Indonesia”, Kamis (18/9/2025).

Selain Misbakhun turut jadi narasumber Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Faujia Helga Tampubolon dan Pengamat Ekonomi dari Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Piter Abdullah.

Menurut Misbakhun, selain adanya undang-undang perbendaharaan negara, juga ada undang-undang APBN yang mengatur penempatan dana di luar bank sentral. Disamping itu, ada juga aturan yang mengatur penggunaan sisa anggaran lebih (SAL). Aturan itu membolehkan menteri keuangan melakukan mekanisme memindahkan SAL dari rekening di Bank Indonesia ke rekening di bank umum yang menjadi mitra. “Penempatan itu bisa dijadikan sebuah penguatan sebagai kebijakan yang menjawab isu-isu kelangkaan likuiditas,” katanya.

Namun demikian Misbakhun mengakui adanya kritikan oleh sejumlah pengamat yang mempertanyakan kebijakan menteri keuangan pengganti Sri Mulyani tersebut. Misbakhun menyebutkan bahwa soal efektivitas dari kebiajakn Menteri keuangan itu masih harus diuji oleh waktu.

Sementara itu, Piter Abdullah mengakui ada harapan baru ekonomi akan tumbuh lebih baik di bawah pimpinan Menkeu Purbaya. Pasalnya, dengan adanya kucuran dana kepada sektor perbankan maka penyaluran kredit akan kembali lancar sehingga bisa menggerakkan perekonomian di tingkat bawah.

Pada sisi lain Piter juga mengakui bahwa kehadiran Purbaya telah menghilangkan mitos selamaini bahwa pasar akan bergejolak kalau Sri Mulyani diganti sebagai bendahara negara. Memang setiap ada pergantua menteri keuangan pasar bereaksi, namun kali ini reaksi pasar tidak signifikan. “Pak Purbaya saya kira sudah menjawab itu karena dalam waktu yang sangat singkat ternyata pasar sudah kembali normal,” katanya.***

Penulis  : John Andhi Oktaveri

Editor    : John Andhi Oktaveri

BERITA POPULER

To Top