Market

Soal Pembelian Vaksin Covid-19, IDI Minta Meneg BUMN Libatkan KPK

Intan Fauzi dan Daeng Muhammad Faqih

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih mendorong agar Kementerian BUMN mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengadaan vaksin Covid-19 agar semuanya transparan. Karena pembelian vaksin tersebut diperebutkan oleh 215 negara. “Pembelian vaksin sebaiknya dilakukan di pre order, jadi dibayar melalui uang muka. Sehingga KPK tahu bagaimana proses pembelian vaksin yang terbatas ini. Karena menyangkut nyawa manusia,” katanya dalam diskusi “Harapan dan Optimisme Vaksin Covid-19 Untuk keselamatan Rakyat” bersama anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi dan Wakil Ketua MPR Syarifudin Hasan di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Berdasarkan informasi, sejumlah vaksin yang cukup efektif mulai bermunculan, seperti Sinovac (China), Merah Putih (Indonesia), Sputnik V (Rusia), Pfizer (AS), Moderna (AS) dan Oxford (Inggris). “Saya melihat Vaksin Sinovac ini, cukup efektif dan bagus kualitasnya, apalagi sudah dilakukan uji klinis di banyak negara. Karena sudah dipesan, jangan dilepas. Artinya, meski ada vaksin yang lebih bagus, belum tentu Indonesia bisa memperolehnya,” ujarnya.

Terkait soal vaksin Pfizer dan Modern asal AS yang jauh lebih efektif, lebih lanjut Daeng mengatakan untuk mendapatkan vaksin yang baru tentu harus bersaing dengan negara-negara lain. “Tentu ini sulit, sementara rakyat membutuhkan kepastian untuk vaksinasi. Kalau kita menunggu Vaksin Merah Putih juga terlalu lama,” tambahnya.

Daeng setuju vaksinasi untuk rakyat kecil diberikan secara gratis. Karena itu sangat membantu. Artinya bagi kalangan yang mampu tentu harus vaksinasi secara mandiri.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi menegaskan pemerintah menargetkan akan memberi vaksinasi sekitar 107 juta penduduk. Dengan perincian 30% itu vaksinasi gratis, 70% vaksinasi mandiri. “Jadi yang mendapat prioritas itu, termasuk tenaga kesehatan, penerima manfaat BPJS PBI, tenaga guru, dan TNI/Polri,” terangnya.

Yang menjadi tantangan sekarang ini, kata Intan lagi, produksi hingga distribusi vaksin Covid-19 ini sampai ke daerah. Karena memerlukan sarana dan prasarana infrastruktur yang lengkap. “Logistik ini menjadi sangat penting, agar barang ini bisa sampai secara merata ke lokasi fasilitas kesehatan,” tambah anggota Fraksi PAN.

Legislator dari Dapil Jabar VI ini menjelaskan tantangan lainnya, untuk menyebarkan vaksin ini secara merata menggunakan alat apa. Ditambah lagi, soal harga vaksin yang berbeda-beda merknya dan koordinasi lintas kementerian. ***

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top