JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Gelombang pandemi Mei 2020 memukul pertumbuhan penjualan ritel hingga minus 20,6% dan ribuan gerai ritel di Indonesia terpaksa gulung tikar. Walaupun pandemi mulai mereda, sektor ritel mencoba bangkit kembali.
Tantangan yang sama juga dihadapi oleh perusahaan ritel ternama, yaitu Kanmo Group yang memiliki lebih dari 250 gerai toko, serta situs web brand dan saluran distribusi grosir yang menjangkau 50 kota di Indonesia.
Mayoritas dari pendapatan Kanmo Group berasal dari penjualan dari kanal offline.
Untungnya, selama beberapa tahun terakhir, perusahaan melakukan transformasi digital, baik dari segi operasional perusahaan maupun perdagangan.
Kanmo Group kemudian memutuskan bermitra dengan startup fintech digital, Xendit, yang memungkinkan pembeli untuk menggunakan berbagai metode pembayaran modern, mulai dari e-wallet, transfer bank, kartu kredit, dan bahkan juga pilihan cicilan 0% dan Pay Later dari mitra Xendit. Hal ini untuk memudahkan Kanmo, semua transaksi yang difasilitasi oleh Xendit ini pun terangkum dalam satu platform dengan dashboard informatif yang mudah dipahami.
“ Kini, pelanggan Kanmo Group bisa menikmati belanja dan pembayaran yang aman, mudah, baik itu di aplikasi, website, ataupun platform social commerce kami,” kata Anuj Kumar Maheshwari, Group CFO dari Kanmo Group,” Sabtu (4/5/2022).
Sementara, Co-Founder dan COO Xendit Tessa Wijaya menuturkan, Xendit memahami spektrum bisnis Kanmo Group yang sangat luas, dengan banyak pihak yang terlibat dan dipisahkan oleh faktor geografis. Bahkan Xendit berhasil merancang solusi sistem pembayaran tailor-made khusus untuk memperlancar alur sistem pemasukan Kanmo Group. Hasil tandem antara keduanya membuat Kanmo Group berhasil mencatatkan pertumbuhan laba dua digit, bahkan di tengah tantangan pandemi.
“Xendit dipercaya membangun struktur pembayaran digital untuk perusahaan ritel sebesar Kanmo Group. Ini menjadi pembuktian bahwa Xendit memiliki kapabilitas yang kuat, terutama dalam hal teknologi finansial dan payment gateway. Kami siap membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia agar bisa sukses menjalankan transformasi digitalnya,” tukas Tessa Wijaya. ***
Penulis : A Rohman
Editor : Chandra








