Nasional

Serangan Hoax Bertubi-Tubi, Said Duga Arahnya Pembunuhan Karakter

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Rotasi dan pergantian jabatan yang dilakukan internal Fraksi PDIP beberapa waktu lalu diduga masih menimbulkan riak-riak kecil. Bahkan ada upaya internal yang tidak puas dan berupaya mendongkel Said Abdullah dari jabatan Ketua Banggar DPR. “Saya jamin 100% tidak ada gejolak apa pun, clear sama sekali. Jadi, sama sekali tidak ada intrik-intrik di internal,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Sebelumnya, Fraksi PDIP melakukan rotasi jabatan, misalnya Wakil Ketua Komisi XI DPR Eriko Sutarduga dicopot dan  digantikan Dolfie OFP, Ketua Komisi II DPR Arief Wibowi diganti Junimart Girsang dan Wakil Ketua BAKN Hendrawan Supratikno digantikan I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Dia menegaskan sudah beberapa tahun menjabat sebagai Banggar DPR dan tidak ada yang mempermasalahkan. “Bahkan lima tahun, saya menjabat sebagai Wakil Ketua Banggar tidak ada yang mau mendongkel. Karena memang semua taat asas dan Bu Puan sangat mengapresiasi kinerja,” ujarnya.

Yang jelas, Ketua DPP PDIP ini menegaskan internal PDIP tetap solid dan tak terpengaruh dengan berbagai serangan hoax. Karena semua anggota Fraksi PDIP tetap patuh memegang  aturan. “Serangan kepada saya, misalnya soal bagi-bagi uang di Madura itu adalah murni hoax, dan bukan yang lain,” tambahnya.

Namun diakui Said, serangan hoax bertubi-tubi yang menimpa dirinya, yakni masalah pernikahan anaknya di Madura dan soal bagi-bagi uang menjelang Ramadhan merupakan langkah pembunuhan karakter. “Bisa jadi ini merupakan pembunuhan karakter,” tegasnya.

Menyinggung soal hoax bagi-bagi uang di Madura, Said takkan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Karena sang pembuat video adalah tetangga dekat dan depan, bahkan sudah memintah maaf. “Saya lebih baik menggunakan cara-cara klarifikasi kepada pers, ini jalur yang lebih bijak,” terangnya.

Lebih jauh Said menjelaskan video yang tersebar itu merupakan salat taraweh pertama di sebuah Mushala. Karena jamaahnya membludak depan rumah dan saking senangnya, maka dibuatlah video. “Yang membuat video itu, saya kenal. Namun kemudian video tersebut diberi “caption” oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top