Infrastruktur

Revitalisasi Senilai Rp78 Miliar Tuntas, Pasar PON Trenggalek Dukung PEN

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan revitalisasi Pasar PON di Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Percepatan penyelesaian infrastruktur kedua pasar tersebut dilakukan dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas untuk memenuhi distribusi kebutuhan pokok, terutama bahan pangan pada masa Pandemi COVID-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan/rehabilitasi pasar dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).

“Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakan sektor rill atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Basuki dalam siaran persnya, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan, pasar ini dibangun dengan desain ikonik agar menjadi landmark baru Trenggalek, menerapkan prinsip bangunan gedung hijau (BGH) agar less cost operation and maintainance, dan diselesaikan lebih cepat guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Pasar yang telah dibangun agar dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik, dan predikat BGH madya yang telah dicapai sebaiknya dipertahankan,” ujarnya.

Pasar PON mulai dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya sejak 10 Januari 2020 setelah rusak terbakar pada 2018. Konstruksi bangunan pasar telah selesai 100% dan telah diserahkelolakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Selasa (9/2/2021).

Selesainya revitalisasi pasar tersebut diharapkan menjadi sarana pendorong percepatan pemulihan ekonomi lokal yang terdampak Pandemi COVID-19.

Konsep revitalisasi Pasar PON disesuaikan dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dengan desain ikonik bergaya Eropa. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan juga melibatkan Pemkab Trenggalek.

Konstruksi Pasar PON dibangun dengan konsep bangunan gedung hijau di atas lahan seluas 12.000 m2 dan luas bangunan 5.800 m2. Pembangunan yang bersumber dari APBN TA 2020 sebesar Rp73,8 miliar meliputi pekerjaan persiapan (pembersihan dan K3), pekerjaan struktural (lantai 1, lantai 2, dan atap), arsitektural pada lantai 1 dan 2, pekerjaan listrik dan mekanikal seperti trafo, kabel feeder, CCTV, genset, alarm, pemadam kebakaran, AC yang berada di lantai 1 dan 2, lift serta instalasi plumbing, lansekap, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Pasar yang berlokasi tidak jauh (900 meter) dari Alun – Alun Kabupaten Trenggalek ini juga sudah sudah mendapatkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan predikat Madya pada saat tahap perencanaan. Terbangunnya fasilitas Pasar Pon yang sehat dan higienis akan meningkatkan sarana perdagangan barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dengan selesainya pasar di Jawa Timur tersebut menambah jumlah fasilitas publik selesai dibangun Kementerian PUPR pada TA 2020, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Total pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, olahraga, dan pasar selesai tahun 2020 sebanyak 463 unit dan akan dilanjutkan pada TA 2021 sebanyak 1.431 unit. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top