Infrastruktur

Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diimpor dari China

Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mulai memasang rel dan bantalan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Rel tersebut berdimensi 60 atau R.60.

Per hari ini, KCIC akan melakukan uji coba rute kendaraan pengangkut rel R.60 di beberapa ruas jalan tol milik PT Jasa Marga
(Persero) Tbk.

Adapun ruas tol yang akan dilalui kendaraan pengangkut rel kereta cepat Jakarta -Bandung ini yakni Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E3 dan E2 (Rorotan -Cikunir), Jakarta -Cikampek, Cikampek-Padalarang (Cipularang), dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung diimpor langsung dari China dan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dikutip dari People’s Daily Online, Senin (15/3/2021), perusahan pembuat Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah China Railway Material Co Ltd. People’s Daily Online sendiri merupakan anak People’s Daily, surat kabar yang terafiliasi dengan Partai Komunis China (PKC).

China Railway Material Co Ltd mengirimkan sekitar 8.000 ton rel R.60 yang memang dibuat untuk lintasan kereta berkecepatan tinggi. Rel ini dikirimkan dari Pelabuhan Fangchenggang, Guangxi Zhuang, sebuah daerah otonomi khusus di Selatan China.

Pengiriman dilakukan mulai 28 November 2020. Rel-rel yang dipakai di China sejatinya memiliki panjang 100 meter, namun untuk menyesuaikan dengan teknologi kereta cepat yang dibangun di Indonesia serta memudahkan pengiriman, panjang rel dibuat masing-masing 50 meter.

“Kami mengekspor total 37.900 ton rel besi untuk mendukung pembangunaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini adalah ekspor perdana kami untuk produk rel berkecepatan tinggi dengan panjang 50 meter buatan China,” kata Wang Hui, CEO China Railway Material Co Ltd.

“Selanjutnya, (ekspor rel) ini akan memperkuat kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN terkait proyek perkeretaapian berkecepatan tinggi,” kata Wang Hui lagi.

Ia bilang, agar rel bisa dipakai di Indonesia karena mengharuskan panjang relnya hanya 50 meter, perusahaan sampai perlu membangun fasilitas pemotongan khusus di Pelabuhan Fangchenggang untuk menjamin presisi panjang rel yang akan dikirim ke Indonesia.

Dalam foto pelepasan ekspor rel ke Indonesia yang dirilis People’s Daily Online, seremoni ekspor tersebut cukup meriah yang dihadiri para pekerja dan jurnalis.

Sisa kemeriahan acara pelepasan ekspor tampak dari sisa-sisa taburan bunga di area Pelabuhan Fangchenggang saat kapal pengangkut yang akan membawa rel ke Indonesia bersandar.

“Keberhasilan ekspor rel 50 meter merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini dapat memberikan alternatif bagi negara-negara ASEAN yang ingin bekerja sama dengan China dalam pembangunan rel kereta api berkecepatan tinggi,” ungkap Wang Hui.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan standar kecepatan hingga 350 km per jam.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memangkas waktu dua kota tersebut hanya menjadi 40 menit dengan lintasan sepanjang 142,3 km, jauh lebih cepat dibandingkan dengan waktu tempuh kereta api reguler yang saat ini yakni 3 jam lebih.

Pengangkutan di Tol Jasa Marga

Sebelumnya, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division Head Bagus Cahya AB mengatakan, jadwal uji coba yang mencakup perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ini dilaksanakan pada Senin (15/3/2021) sejak pukul 05.00 WIB.

Kendaraan pengangkut rel tersebut adalah kendaraan Multi-Axle Trailer 32 Axle yang dikawal oleh empat kendaraan lainnya, terdiri mobil storing, mobil kawalan dengan rotator, prime mover, dan mobil patwal.

“Rombongan kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini akan memulai perjalanan dari Dermaga 114/115 Pelabuhan Tanjung Priok dan masuk melalui Gerbang Tol (GT) Semper 2 Jalan Tol Akses Tanjung Priok,” ujar Bagus, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Kemudian, truk angkutan tersebut melanjutkan perjalanan ke Jalan Tol JORR Seksi E3 & E2 (Rorotan s.d Cikunir), Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan melintasi Simpang Susun Cikunir hingga menuju Jalan Tol Cipularang.

Setelah itu, kendaraan terus melanjutkan perjalanan menuju Jalan Tol Padaleunyi.

Di Jalan Tol Padaleunyi sebut Bagus, kendaraan akan putar balik di GT Cileunyi untuk masuk ke Jalan Tol Padaleunyi arah Jakarta dan akan berhenti di akses masuk Km 150+200 Tegaluar.

“Total waktu yang dibutuhkan oleh rombongan kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini berdasarkan simulasi kecepatan rata-rata adalah sekitar 7,42 jam, perkiraan tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 12.30 WIB,” kata Bagus.

Menurut dia, hal itu termasuk waktu berhenti untuk pemeriksaan kendaraan Multi-Axle selama 30 menit pada tiap lokasi di jalan tol seperti di Parking Bay Km 41+000 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, GT Kalihurip Utama 1 Jalan Tol Cipularang dan Km 102+200 Jalan Tol Cipularang.

Dia mengatakan, rombongan uji coba kendaraan pengangkut rel kereta cepat ini melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 30 km per jam dengan kecepatan maksimum 50 km per jam, serta kecepatan minimum (belokan) sebesar 15 km per jam. Hal ini demi keamanan dan keselamatan saat melintas jalan tol.

Proses uji coba kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini merupakan tahapan awal dalam rangka pengajuan perizinan uji coba kendaraan pengangkut rel sepanjang 50 meter dengan muatan.

Untuk memastikan kelancaran perjalanan rombongan angkutan rel tanpa muatan tersebut serta mengantisipasi potensi kepadatan, Jasa Marga menyiagakan petugas Mobile Customer Service dan Patroli Jalan Raya untuk melakukan pengawalan, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.

JMT juga terus berkoordinasi dengan regional dan
representative office
yang akan dilewati oleh kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini, seperti Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT) Regional Division dan Representative Office 1 JTT Regional Division selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan atas potensi kepadatan yang dapat terjadi. Kami juga mohon kerja sama pengguna jalan untuk dapat mengatur waktu perjalanan, terutama bagi para commuter yang masih harus beraktivitas di hari Senin dan menempuh rute perjalanan dengan melalui rangkaian jalan tol Jasa Marga yang masuk dalam rute uji coba ini,” sebut Bagus.

Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan. Informasi lalu lintas di seputar jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080 serta aplikasi Travoy 3.0 untuk pengguna iOS dan Android. ***

Sumber: Kompas.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top