JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM— Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersama sejumlah organisasi sosial dan mitra menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional bertajuk “Berbagi Ceria Bersama Anak-anak Disabilitas Syndrom Rare”. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, khususnya anak-anak penyandang disabilitas dengan sindrom langka.
“Setiap anak memiliki potensi yang luar biasa,” kata Ketua Panitia HAN DNIKS, Loretta Kartikasari dalam sambutannya di Kebayoran Park Mall, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Acara peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini merupakan rangkaian dari HUT ke 59 DNIKS dan sekaligus merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi sosial, di antaranya Lions Clubs International, Yayasan Abdi Karya, PERPINA DKI Jakarta, serta mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, seperti Diamond, Japfa, dan Pizza Hut.
Retta yang juga menjabat sebagai Ketua DNIKS Bidang Pengembangan Profesi, Loretta Kartikasari, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya, tanpa diskriminasi. “Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan agar mereka dapat tumbuh, belajar, berkarya, serta memiliki rasa percaya diri,” ujar Loretta.
Menurut dia, anak-anak dengan disabilitas, termasuk penyandang sindrom langka, membutuhkan dukungan yang tidak hanya berasal dari keluarga, tetapi juga dari masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, dan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang lebih ramah terhadap anak.
Loretta menambahkan, kegiatan berbagi ceria ini bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya membangun kesadaran publik bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan, perhatian, dan kesempatan mengembangkan kemampuan mereka.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa anak-anak penyandang disabilitas bukan untuk dikasihani, melainkan diberi kesempatan agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka adalah anak-anak yang memiliki masa depan dan cita-cita seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus memperkuat rasa percaya diri anak-anak penyandang disabilitas sindrom langka.
DNIKS berharap semangat Hari Anak Nasional tahun ini semakin memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial dalam menciptakan Indonesia yang lebih inklusif, di mana setiap anak memperoleh ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Mengusung pesan “Karena Setiap Anak Adalah Istimewa”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Sementara itu Ketua Umum DNIKS A. Effendy Choirie mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya anak penyandang disabilitas. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, ruang bermain, serta kesempatan berkembang tanpa diskriminasi. “Anak penyandang disabilitas adalah aset bangsa yang harus didukung agar mampu meraih masa depan terbaik. Negara, keluarga, dan masyarakat wajib menghadirkan lingkungan yang inklusif dan ramah anak,” ujar Gus Choi-sapaan akrabnya.
Gus Choi menegaskan, Hari Anak Nasional menjadi momentum memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh anak.***
