*) Dr. Ir. Dewanto Indra Krisnadi, MM., MT.
Kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence (AI), secara umum mengacu pada kemampuan mesin atau program komputer dalam melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. Prinsip dasar pada AI adalah komputer yang dapat diprogram untuk melaksanakan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi bidang komputer dan pemrograman, kemampuan AI semakin berkembang serta semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang.
Beberapa metode dan teknik yang dipakai dalam AI antara lain adalah pembelajaran mesin (machine learning), pemrosesan bahasa alami (natural language processing), pengenalan gambar dan suara (computer vision dan speech recognition), dan sistem berbasis aturan (rule-based systems). Dalam pengaplikasiannya, AI dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pada industri energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan sumber daya energi terbarukan.
Ke depan, AI bisa memiliki peran yang semakin penting dalam kehidupan manusia, bahkan AI dapat mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan, terutama membantu pekerjaan yang rumit atau perhitungan yang berulang dengan secara cepat dan akurat. Kemudian dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, termasuk industri, kesehatan, dan energi terbarukan. Selain itu, dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dengan analisis sesuai data atau pemodelan yang akurat. Di samping itu, mampu mengembangkan teknologi baru untuk peningkatkan keselamatan dan keamanan di berbagai bidang, termasuk keamanan siber, transportasi, dan pertahanan. AI sangat membantu mempermudah dalam memecahkan berbagai permasalah kompleks yang sekaligus bisa meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pada sektor energi terbarukan, peran AI secara umum tidak bisa diabaikan, termasuk peningkatan efisiensi energi. Dimana teknologi AI dapat dipakai untuk mengoptimalkan pemakaian energi dengan pemantauan secara otomatis dan smart. Begitu juga untuk prediksi penyimpanan energi, membantu memprediksi di mana sumber energi terbarukan itu tersimpan dalam jumlah besar, serta kapan akan energi tersebut bisa dimanfaatkan. Pada pengoperasian pembangkit listrik, pemakain AI bisa mengoptimalkan kinerja pembangkit listrik terbarukan, memantau serta mengontrol operasi secara smart sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas energi terbarukan serta mengefisiensikan biaya produksi.
Dalam pengoperasiannya terdapat beberapa aplikasi AI yang bisa dipakai untuk menganalisa atau mengoptimal pemakaian konsumsi energi, misalnya pada jaringan Smart Grid, AI dapat digunakan pada sistem jaringan listrik cerdas dan efisien yang bisa untuk mengoptimalkan pengaturan produksi, distribusi, dan konsumsi energi secara lebih efisien dan hemat energi. Smart grid bisa digunakan untuk memantau dan memprediksi kebutuhan energi dalam membantu mengatur produksi dan distribusi energi secara cerdas. Kemudian dengan Internet of Things (IoT) untuk mengintegrasikan berbagai perangkat dan sistem untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain, sehingga dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Bahkan juga dapat dipakai untuk mengatur temperatur ruangan dan lingkungan secara otomatis dan cerdas. Dengan memanfaatkan sensor dan data cuaca, AI mampu mengoptimalkan pengaturan temperatur dalam menghemat energi tanpa mengurangi kenyamanan pemakainya. Pada sektor industri, AI dapat dipakai mengoptimalkan sebuah proses produksi dan distribusi energi di industri seperti memonitor serta mengatur konsumsi energi secara efisien, sehingga dapat meningkatkan efisiensi energi dan biaya operasional. Penggunaan konsumsi energi bisa lebih optimal baik dalam skala rumah tangga maupun industri.
Pemakaian aplikasi AI juga dapat dipakai dalam memprediksi kemungkinan keadaan di depan dengan memanfaatkan analisis dari data historis yang canggih dan presisi, sehingga dapat meningkatan produktivitas energi terbarukan dalam meningkatkan efisiensi dan ketersediaan sumber daya energi terbarukan. Pada analisis prediksi cuaca teknologi AI dapat dipakai untuk memprediksi cuaca dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga produsen dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya energi terbarukan berdasarkan keadaan dan kondisi cuaca yang sedang terjadi. Pada pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Angin, prediksi angin dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja turbin angin dengan mengatur kecepatan baling-baling dan arah sudut kemiringannya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dari pembangkit listrik tersebut. Tentunya dengan keakuratan prediksi cuaca dan kondisi lingkungan dari teknologi AI tersebut, maka produsen dapat memprediksi produksi energi dari sumber daya energi terbarukan, seperti kapasitas dari panel surya atau turbin angin yang digunakan.
Teknologi AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan jaringan energi terbarukan, seperti menyesuaikan jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan energi pada keadaan tertentu. Teknologi AI juga dapat dipakai untuk memprediksi nilai harga jual energi di masa depan, sehingga perusahaan dapat membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan akurat. Dengan memanfaatkan data historis dan faktor-faktor seperti permintaan energi, produksi energi, dan cuaca, teknologi AI dapat membantu perusahaan merencanakan dan mengoptimalkan investasi energi pada sektor ini. Secara keseluruhan, aplikasi AI sangat membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan industri energi untuk mencapai tujuan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketersediaan potensi sumber daya dari energi terbarukan.
Akan tetapi penggunaan teknologi AI ini bukan tanpa kekurangan. Adanya acaman potensial pada pengaplikasian teknologi tersebut harus turut diperhatikan dan patut diwaspadai terutama dalam hal pengambilan keputusan yang mempunyai dampak sosial. Beberapa kekhawatiran tentang ancaman teknologi AI adalah aplikasi kecerdasan buatan ini memungkinkan bisa menjadi tidak terkendali. Bahwa dikhawatirkan sistem kecerdasan buatan dapat menjadi lebih pintar dan lebih kuat daripada manusia, yang dapat berdampak pada hilangnya kendali manusia atas sistem kecerdasan buatan tersebut.
Ada Ancaman
Potensi hilangnya kendali terhadap AI juga menjadi ancaman untuk keamanan siber, karena AI dapat dipakai sebagai alat untuk melakukan serangan siber dan dapat merusak sistem keamanan teknologi yang kritis dan vital. Begitu juga dengan dampaknya terhadap kesenjangan sosial dan ekonomi karena teknologi AI hanya tersedia bagi masyarakat dengan kemampuan tingkat sosial menengah atas. Dampak lain bisa terjadi banyaknya orang kehilangan pekerjaan karena tugasnya digantikan oleh AI.
Bahwa tujuan awal dari sistem kecerdasan buatan ini pada intinya adalah membantu manusia, tetapi manusia jangan terlena dengan semua kemudahan yang didapat menggunakan sistem AI. Apalagi dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan lingkungan dan keadaan sosial, tentunya harus dikaji lebih mendalam. Pada dasarnya dalam pengambilan keputusan manusia dipengaruhi oleh akal dan hati nurani.
Akal yang selalu mempertimbangkan antara untung atau rugi, cepat atau lambat, mudah atau sulit, berdampak atau tidak, dan sejenisnya. Sementara hati nurani selalu mempertimbangkan baik atau buruk, manusiawi atau tidak, jujur atau tidak jujur, adil atau tidak adil dan lainnya, akan menjadi sempurna jika keduanya digunakan secara seimbang (Prof. Dr. H. Imam Suprayogo). Sedangkan sistem kecerdasan buatan tidak mempunyai akal dan hati nurani, semua hanya terukur secara eksak.
Oleh karena itu manusia harus bijak dalam menggunakan alat bantu ini, sehingga dapat mengoptimalkan manfaat AI untuk kehidupan manusia dan mengurangi risiko negatifnya. Semua keputusan yang diolah oleh sistem AI harus membutuhkan kembali kajian yang mendalam khususnya dalam pemanfaatan penggunaan energi terbarukan yang sangat berdampak untuk masyarakat luas. Indonesia dengan sumber daya energi terbarukan yang melimpah dan dengan pemanfaatan AI tentunya diharapkan semua kebijakan yang diambil adalah tepat dan cerdas dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.***
*) Dosen Tetap Fakultas Teknik Elektro Universitas Pancasila / Pemerhati Energi Terbarukan








