Nasional

Wisuda XXIX UMN: Alumni Harus Hadapi Tantangan Global AI & Sustainability

Wisuda XXIX UMN: Alumni Harus Hadapi Tantangan Global AI & Sustainability
Momen wisuda ke-29 UMN, sebanyak 1.328 mahasiswa resmi menuntaskan perjalanan akademis/foto: A Rohman

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM– Di tengah laju disrupsi Artificial Intelligence (AI) dan isu keberlanjutan yang menjadi tantangan global, kesiapan serta adaptabilitas menjadi kunci utama bagi para wisudawan. Berbekal ilmu dan nilai yang ditanamkan selama masa studi, wisudawan diharapkan mampu melangkah dengan integritas, inovasi, dan kepedulian sosial.

Pesan inilah yang ditegaskan oleh Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc., dalam sambutannya pada Wisuda ke-29 UMN. Momen wisuda ke-29 UMN, sebanyak 1.328 mahasiswa resmi menuntaskan perjalanan akademis. “Agar kita tidak tergantikan oleh AI, maka kita harus memiliki kompetensi lebih daripada AI (beyond AI). Kompetensi ini adalah human skill, yang mencakup: Communication & Collaboration, Analytical & Critical thinking, Creative & Innovative thinking, Problem-solving, Resilience & Agility dan Empathy, yang tidak tergantikan,” ucap Andrey dalam pembukaannya.

Kini, wisudawan telah siap melanjutkan langkah menuju babak baru dengan memasuki dunia profesional yang penuh tantangan. Dalam wisuda ini UMN melantik Diploma, Sarjana, Pascasarjana, dan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Pada sambutan pembukaan, Andrey menekankan bahwa human skill harus disiapkan melalui model pembelajaran berbasis proyek, terutama di tengah dua isu utama pada tingkat global, yaitu perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mendisrupsi banyak bidang serta isu keberlanjutan (sustainability).

Lebih lanjut, Andrey juga menjelaskan untuk menghadapi dua isu utama ini, UMN mengintegrasikan Artificial Intelligence dan isu keberlanjutan ke dalam seluruh kegiatan kampus, termasuk bidang akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat (PKM), kegiatan mahasiswa serta operasional kampus. Wisudawan UMN juga dapat berkontribusi nyata, tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia profesional, Andrey berharap lulusan UMN dapat menjadi lifelong learner. Menurutnya, kompetensi yang dikuasai saat ini mungkin akan usang dan tidak relevan, sehingga para lulusan harus terus belajar untuk menguasai kompetensi baru. Nilai-nilai 5C yang dimiliki UMN juga tetap relevan untuk dijalankan dalam setiap pekerjaan mereka. ***

Penulis   :  A Rohman

Editor     :  Budiana

BERITA POPULER

To Top