Perbankan

November 2022, Pembiayaan Pinjol Tembus Rp 50,30 Triliun

November 2022, Pembiayaan Pinjol Tembus Rp 50,30 Triliun
Ilustrasi transaksi digital/Foto: Humas Bank DKI

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kucuran pembiayaan industri fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) melonjak 72,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November 2022 menjadi Rp 50,30 triliun. Secara bulanan nilai itu meningkat Rp 960 miliar dari Oktober 2022 yang sebesar Rp 49,33 triliun. “Kinerja FinTech peer to peer (P2P) lending pada November 2022 masih mencatatkan pertumbuhan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, Selasa (2/1/2023).

Berdasarkan data OJK, outstanding pembiayaan P2P lending terus meningkat selama dua tahun kebelakang di mana pada Desember 2020 sebesar Rp 15,32 triliun, lalu meningkat menjadi Rp 29,88 triliun di Desember 2022, dan pada November 2022 menjadi Rp50,30 triliun. Sebanyak 23 Pinjol TWP90 di Atas 5 Persen Sementara itu, tingkat risiko kredit atau tingkat wanprestasi secara agregat(TWP90) tercatat menurun menjadi 2,83 persen dari 2,90 persen pada Oktober 2022. “Jadi secara agregat masih baik, tapi masih ada beberapa perusahaan yang TWP90 harinya itu masih di atas 5 persen sebanyak 23 perusahaan. Ini kami monitor sampai ketat sekali,” jelas Ogi lagi.

Kendati demikian, kata Ogi, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2021 yang hanya 2,29 persen, TWP90 di periode ini relatif lebih tinggi. Meski tidak setinggi TWP90 pada Desember 2020 yang mencapai 4,78 persen.

Sebagai informasi, TWP90 merupakan tingkat pengukuran kredit macet dalam industri P2P lending. Nilai TWP90 menunjukkan tingkay keberhasilan nasabah mengembalikan pinjaman dalam 90 hari setelah jatuh tempo. “OJK mencermati tren kenaikan risiko kredit dan penurunan kinerja di beberapa FinTech P2P Lending,” pungkasnya. ***

Penulis     :    Iwan Damiri

Editor      :    Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top