Headline

Pada 2021, Fintech LinkAja Bisa Salurkan Kredit UMKM

LinkAja/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Kementerian BUMN menargetkan aplikasi fintech LinkAja bisa menggenjot penyaluraan kredit kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada 2021. Selama ini LinkAja lebih banyak digunakan untuk transaksi saja, hal ini terungkap PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mencatatkan peningkatan transaksi di ekosistem lokal sebesar 19,5 persen pada bulan April hingga Mei 2020. “Ini yang kita harapkan setahun ke depan LinkAja masuk ke sana juga. Jadi tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan digital, tapi juga memfasilitasi kredit UMKM,” kata Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Selasa (30/6/2020)

Tak hanya LinkAja, sejumlah BUMN juga fokus memberikan kredit kepada UMKM. Misalnya, BRI, Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Pencairan kredit bagi para pelaku UMKM bisa menggunakan platform digital seperti LinkAja. “Saat ini kita sedang testing dengan LinkAja, bagaimana nanti proses-proses pencairan kredit bisa melalui LinkAja. Sehingga mereka (UMKM) tidak harus melakukan interaksi fisik dengan cabang-cabang BRI dan Pegadaian,” tambahnya.

Lebih jauh Tiko berharap LinkAja tak hanya jadi platform pembayaran saja tapi juga masuk ke ranah layanan keuangan. “ Linkaja untuk ekosistem transportasi dan pembayaran sudah berjalan. Next level-nya setelah ulang tahun pertama ini ekosistem financing-nya. Ini akan kita bangun. Di umur kedua harapannya ekosistem financingnya mulai masuk,” terangnya.

Sebelumnya, PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mencatatkan peningkatan transaksi di ekosistem lokal sebesar 19,5 persen pada bulan April hingga Mei 2020. Dari angka tersebut, peningkatan terbesar terjadi pada pasar tradisional yang mengalami kenaikan transaksi sebesar 64 persen, diikuti dengan modern retail sebesar 12,8 persen.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan peningkatan transaksi di tengah pandemi Covid-19 ini terjadi karena adanya perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih bertransaksi secara digital dibandingkan tunai karena dirasakan lebih aman. “Kebijakan pemerintah dalam menerapkan jarak sosial dan fisik tentu juga berimbas pada perubahan preferensi tata cara transaksi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Haryati juga mengatakan hingga akhir Mei 2020, LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 208.830 merchant lokal dan telah mendigitalisasi 451 pasar di Indonesia. Di samping itu untuk semakin mendorong adopsi penggunaan uang elektronik di ekosistem lokal, LinkAja menyediakan program cashback sebesar 20 persen bagi seluruh pengguna full service untuk pembelanjaan di pasar tradisional serta cashback 10 persen untuk transaksi di modern retail dan merchant lokal.

LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga telah bekerja sama dengan beberapa aplikasi belanja online di beberapa wilayah Indonesia seperti arterifarm.com dan Inang inang di Medan, pasarpedia.id di Lampung, Tukusayur.co dan Bellfarm di Jakarta, Beceer di Purwokerto, Nujek di Cirebon, tumbasin.id di Semarang, Wayo Strawberry di Yogyakarta, titipku.com di Malang, Tuku Sayur di Solo dan masih banyak lainnya.

Sementara untuk di area Jakarta, LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga menyediakan solusi pembayaran pembelanjaan secara online di 18 pasar tradisional yang tersebar di Jakarta. “Kami melihat bahwa UMKM merupakan pilar penting bagi peningkatan perekonomian Indonesia, oleh karena itu edukasi mengenai pentingnya transaksi elektronik dan kemudahan akses terhadap keuangan digital sangat penting bagi kelangsungan bisnis mereka, terutama di masa pandemi ini,” jelas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top