Perbankan

Melantai di Bursa, PART Raup Dana Rp71,40 Miliar

Melantai di Bursa, PART Raup Dana Rp71,40 Miliar
Aktivitas pekerja memproduksi parts kendaraan di pabrik PT Cipta Perdana Lancar di Jatiuwung, Tangerang, Sabtu, 15 Juni 2024/Sumber Foto: Tribunnews.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPT.Cipta Perdana Lancar Tbk berhasil meraih dana segar senilai Rp71,40 miliar melalui penjualan saham perdana alias Intial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam IPO, emiten berkode PART melepas sebanyak 680 juta lembar saham baru, dengan harga penawaran umum sebesar Rp105 per saham.

Adapun sebagian besar tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis. “Perseroan mengajak masyarakat umum untuk berpartisipasi dan ikut serta dalam pertumbuhan bisnis perseroan di sektor sparepart otomotif, elektronik, dan sanitasi,” kata Direktur Utama PART, Hamim di Jakarta, Jumat, (5/7/2024).

Lebih jauh Hamim menjelaskan bahwa dalam penggunaan dana hasil IPO itu, sekitar 54,39 persen akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka ekspansi bisnis, yaitu total 92 items moulding. Adapun items moulding tersebut tidak terbatas seperti Jig Inspection, Bracket Master, Plate, Holder Handle, Equilizer, Lever Comp, Spring Pad, Retainer, Defflector, dan berbagai macam jenis sparepart lainnya. “Langkah ini guna mendukung pengembangan produk baru dalam rangka memenuhi kebutuhan permintaan dari pelanggan,” paparnya.

Lanjutnya, sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, yaitu untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk pembelian material dan sub material untuk kebutuhan produksi perseroan. “Dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I juga akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja, guna membiayai kebutuhan operasional sehari-hari seperti pembelian material dan sub-material untuk kebutuhan produksi,” tutur Hamim lagi.

Dalam aksinya, perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek serta PT KB Valbury Sekurtas dan PT Erdikha Elit Sekuritas menjadi Penjamin Emisi Efek.

Hamim menjelaskan, sektor otomotif dengan pertumbuhan yang stabil dan signifikan, mencapai 159.909.708 unit kendaraan pada awal tahun 2024, menunjukkan kenaikan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun 2022. Dalam industri elektronik, lanjutnya, terdapat peluang besar untuk mengoptimalkan produksi komponen AC dengan proyeksi pertumbuhan pasar yang kuat, didukung oleh urbanisasi yang meningkat dan peningkatan kesadaran akan kenyamanan rumah di Indonesia. Sementara itu, pasar sanitasi juga menawarkan potensi ekspansi yang signifikan didorong oleh permintaan produk mewah dan pembangunan infrastruktur.***

Penulis  : Chandra
Editor    : Chandra

BERITA POPULER

To Top