JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy). Karena itu, pencapaian ini menjadi titik balik setelah di kuartal sebelumnya masih mencatat kontraksi -0,74 persen. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.772,8 triliun. “Dengan demikian perhitungan pertumbuhan pada triwulan II 2021 secara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono di, Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia akhirnya mampu kembali ke zona positif, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II 2020. Kala itu di kuartal II 2021, ekonomi RI -5,32 persen. Bila dilihat secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi kuartal I tumbuh 3,31 persen (qtoq). Secara kumulatif pada Januari-Juni 2021 dibanding Januari-Juni 2020, ekonomi RI tumbuh 3,10 persen (CtoC).
Menurut Margo, pengeluaran secara tahunan (year on year/yoy), komponen ekspor impor, investasi, dan konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan di kuartal II 2021. Peningkatan pendapatan terlihat dari penjualan mobil tumbuh luar biasa sebesar 758,68 persen pada kuartal II, dibanding pertumbuhan 10,38 persen pada kuartal I 2021. “Peningkatan pendapatan juga tecermin dari peningkatan PPh 21 sebesar 5 persen, PPnBM 8 persen triwulan II 2021 dibanding triwulan II 2020,” pungkas Margo.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal II 2021 memang sudah diprediksi pemerintah. Capaiannya bahkan sesuai target dari proyeksi sekitar 7 persen. Proyeksi tinggi ini mempertimbangkan faktor base effect dari dalamnya kontraksi di kuartal II tahun sebelumnya dan pulihnya aktifitas ekonomi. ***








