Nasional

Konferwil Makin Dekat, Birokrat dan Politisi Ngotot Mau Pimpin NU DKI Jakarta?

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Konferensi Wilayah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta (PWNU DKI) yang rencananya berlangsung April 2021 makin dekat.

Beredar di kalangan Nahdliyin, sedikitnya ada empat kandidat yang siap bertarung dalam  perebutan Ketua Tanfidz PWNU DKI Jakarta, yakni H Tatang Hidayat, Nusron Wahid, Syamsul Maarif dan Marullah Matali.

Posisi PWNU DKI Jakarta dinilai sangat strategis, karena berada dalam “satu ruangan” dengan Ibu Kota Negara. Hal inilah yang dinilai agak berbeda dengan posisi PWNU-PWNU lainnya. Sehingga wajar, PWNU DKI Jakarta menjadi rebutan para politisi, birokrat dan profesional hingga orang dekat aparat.

Berdasarkan catatan, adapun ke-empat kandidat tersebut dengan berbagai latar belakang yang beragam, H Tatang (Mantan Ketua PP GP Ansor dan Dansatkornas Banser 2000-2010), Nusron Wahid (Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar), Marullah Matali masih menjabat sebagai Sekda Pemprov DKI Jakarta 2021 dan Syamsul Maarif, sebagai Ketua PWNU DKI Jakarta 2021.

Secara historis, PWNU DKI Jakarta, pernah dipegang oleh birokrat, yakni era Fauzi Bowo yang saat itu menjadi Gubenur DKI Jakarta dan Saifullah yang menjabat Sekda DKI Jakarta pada Era Anis Baswedan. Bahkan pernah juga PWNU DKI Jakarta dijabat politisi, yakni Jan Farid, yang kemudian menjadi Menteri Perumahan Rakyat.

H Tatang Hidayat, salah satu kandidat PWNU DKI yang dikonfirmasi wartawan mengaku dirinya siap melayani umat agar mereka merasa nyaman. “Biarlah NU DKI Jakarta dirawat dan dibesarkan oleh kadernya sendiri yang berangkat dari jenjang organisasi paling bawah,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Untuk memimpin NU DKI Jakarta, diperlukan bukan sekedar pengalaman semata, namun juga track record yang berintegritas. “Juga mampu memahami kearifan lokal Jakarta,” ungkapnya lagi.

Pengalaman H Tatang menjadi salah satu Pimpinan GP Ansor menjadi nilai plus dibanding dengan kandidat lainnya. Dengan kata lain, darah NU nya, tidak diragukan lagi. “Saya mengalir saja, apa adanya. Karena saya inikan, bukan dari birokrasi dan politisi,” ungkap mantan Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (2009-2019).

Sementara itu Marullah Matali yang dihubungi wartawan terkesan tak enggan merespon, baik melalui pesan WhatApp. “Maaf, saya sedang rapat..ya,” ujarnya saat dikonfirmasi dan buru-buru mematikan telepon genggamnya.

Sedangkan Nusron Wahid yang dikontak beberapa kali melalui telepon selular tak mau merespon. Begitu pun dengan pesan WhatApp yang dikirim wartawan, juga tak dijawab, meski pertanyaan yang dikirim melalui WA sudah dibaca olehnya.

Syamsul Maarif yang saat ini masih menjabat Ketua PWNU DKI Jakarta yang dikonfirmasi melalui pesan WhatApp menjawab sedang rapat. “Bang, saya lagi rapat dulu,” imbuhnya. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top