Industri & Perdagangan

Komisi VI DPR: Produksi Minyak WK Rokan Harus Dukung Target Kemandirian Energi 2029

Komisi VI DPR: Produksi Minyak WK Rokan Harus Dukung Target Kemandirian Energi 2029
Komisi VI DPR: Produksi Minyak WK Rokan Harus Dukung Target Kemandirian Energi 2029/foto: dpr ri

PEKANBARU,SUARAINVESTOR.COM  – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan pentingnya peningkatan produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan sebagai bagian dari upaya mewujudkan target kemandirian energi nasional pada 2029. Karena itu, Komisi VI DPR RI ingin memastikan berbagai strategi yang dijalankan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan efektif dan mampu meningkatkan lifting minyak nasional.

“Kita ingin mengetahui progresnya seperti apa, lalu langkah-langkah yang sudah diambil seperti apa, sehingga harapan kita suasana kemandirian energi ini di 2029 bisa terwujud,” tegas Andre saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas operasi PHR di Minas, Riau, Kamis (18/6/2026).

Menurut Andre, peningkatan produksi minyak merupakan agenda strategis yang harus terus didorong untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Oleh sebab itu, Komisi VI DPR RI melakukan pendalaman terhadap berbagai langkah yang telah ditempuh PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi di salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PHR Arifin menjelaskan bahwa perusahaan terus menjalankan sejumlah program peningkatan produksi, di antaranya melalui pengeboran sumur secara masif dan penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR).

Ia menjelaskan, Lapangan Minas yang berada di WK Rokan saat ini masih memproduksi sekitar 28 ribu barel minyak per hari. Untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang telah lama beroperasi, sejak Desember 2025 PHR mulai menerapkan teknologi CEOR secara komersial di Area A Minas.

Menurut Arifin, teknologi tersebut merupakan yang pertama diterapkan secara komersial di Indonesia dan mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan produksi minyak. Pengembangannya akan terus diperluas ke area lain di Lapangan Minas guna memaksimalkan potensi yang masih tersedia.

Secara keseluruhan, WK Rokan saat ini menghasilkan sekitar 150 ribu barel minyak per hari atau sekitar 25 persen dari total produksi minyak nasional. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi tersebut, PHR telah menggelontorkan investasi sebesar Rp11,7 triliun serta menjalankan ratusan proyek pengembangan lapangan migas.

Arifin menambahkan, sejak pengalihan pengelolaan WK Rokan pada 2021, PHR menerapkan strategi pengeboran yang agresif. Jumlah sumur yang dibor terus meningkat, dari 413 sumur pada 2022 menjadi 558 sumur pada 2025.

Selain pengeboran, sejak 2025 perusahaan juga mulai mengembangkan lapangan baru dan menerapkan teknologi tambahan pada lapangan eksisting. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat peran WK Rokan sebagai kontributor utama produksi minyak nasional dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

Penulis: M Arpas

Editor: Kamsari

BERITA POPULER

To Top