Opini

Ketahanan Energi untuk Mendukung Kesejahteraan Sosial

Ketahanan Energi untuk Mendukung Kesejahteraan Sosial
Anggota Badan Pakar DNIKS 2024-2029, Dr Ir Dewanto Indra Krisnadi/Foto: dok DNIKS

*)Dr.Ir Dewanto Indra Krisnadi, MM.,MT.

Ketahanan energi merupakan salah satu pilar utama bagi ketahanan nasional dan kesejahteraan sosial di Indonesia, karena energi mempunyai peran fundamental dalam menggerakkan seluruh sektor kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, industri, pertahanan, hingga kehidupan rumah tangga sehari-hari masyarakat. Tanpa pasokan energi yang stabil dan terjangkau, maka terjadi penghambatan pembangunan di berbagai sektor, yang pada akhirnya akan membahayakan stabilitas negara dan kesejahteraan rakyat.

Ketahanan Energi dan Ketahanan Nasional
Ketahanan energi adalah poin penting untuk memastikan kedaulatan dan kemandirian bangsa. Indonesia yang memiliki sumber daya energi melimpah harus mampu mengelola dan memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan dan kebutuhan dalam negeri. Ketergantungan yang berlebihan pada impor energi, terutama bahan bakar fosil, dapat membuat negara rentan terhadap gejolak harga dan pasokan di pasar global. Jika pasokan energi terganggu, maka seluruh aktivitas vital negara, termasuk operasional pertahanan, transportasi, dan industri, bisa terganggu.
Perekonomian Nasional: Pasokan energi yang stabil dan terjangkau sangat penting untuk menjaga roda perekonomian.

Seluruh Industri, baik skala besar maupun kecil, memerlukan sumber energi untuk berproduksi. Sektor pertanian, transportasi, dan jasa juga sangat bergantung pada ketersediaan energi. Kenaikan harga atau kelangkaan energi bisa memicu inflasi, penurunan daya beli masyarakat, dan bahkan pengangguran.
Keamanan dan Pertahanan: Sistem pertahanan suatu negara, termasuk operasional militer, sangat bergantung pada energi. Ketersediaan bahan bakar untuk kendaraan militer, listrik untuk fasilitas komunikasi, dan energi untuk peralatan canggih adalah hal yang mutlak. Ketahanan energi memastikan bahwa negara memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi kedaulatan dan menghadapi ancaman, baik internal maupun eksternal.

Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan sosial masyarakat tidak bisa dipisahkan dari akses terhadap energi yang andal dan terjangkau. Energi adalah kebutuhan dasar yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Akses Listrik dan Pendidikan: Pasokan listrik yang merata hingga ke pelosok desa memungkinkan anak-anak untuk belajar di malam hari, mengakses internet untuk mendapatkan informasi, dan sekolah dapat memanfaatkan teknologi modern untuk pelaksanaan pengajaran. Hal ini secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan sosial antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Kesehatan dan Sanitasi: Rumah sakit dan fasilitas kesehatan memerlukan listrik untuk mengoperasikan peralatan medis, seperti alat bedah dan sistem pendingin obat. Ketersediaan energi juga mendukung sistem sanitasi dan pengolahan air bersih, yang sangat penting untuk kesehatan masyarakat.
Peningkatan Kualitas Hidup: Energi memungkinkan rumah tangga untuk memasak, menyimpan makanan, dan memiliki penerangan. Akses terhadap energi bersih dan terjangkau, seperti gas dan listrik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar tradisional, yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Strategi Ketahanan Energi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial
Strategi ketahanan energi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di Indonesia. Hal ini akan melibatkan langkah-langkah yang saling terkait untuk memastikan pasokan energi yang terjangkau, terjamin, dan merata bagi seluruh masyarakat:

1.Pemanfaatan Energi Terbarukan di Daerah Terpencil
Indonesia memiliki tantangan geografis yang unik, dengan ribuan pulau yang tersebar. Membangun pembangkit listrik terpusat untuk menjangkau semua wilayah sering kali tidak efisien. Oleh karena itu, pengembangan energi terbarukan berskala kecil dan terdesentralisasi menjadi solusi ideal.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal: Membangun PLTS di desa-desa terpencil untuk memenuhi kebutuhan listrik dasar masyarakat. Listrik ini tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk menggerakkan pompa air bersih, mengoperasikan fasilitas kesehatan, dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Pemanfaatan Energi Mikrohidro: Di daerah dengan aliran sungai, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dapat menyediakan listrik yang stabil dan berkelanjutan, memberdayakan masyarakat untuk mengelola sumber daya energi mereka sendiri.
Langkah pemerintah di bulan Juni 2025 dengan menggelontorkan 25 trilyun rupiah untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) di 15 provinsi, merupakan langkah tepat dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia menuju kemandirian energi.

2.Diversifikasi Energi yang Berkeadilan
Transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampak sosialnya.
Pengalihan Subsidi ke Sektor Produktif yaitu dengan mengalihkan subsidi energi (seperti BBM) yang besar dan tidak tepat sasaran ke program-program yang lebih produktif, seperti pembangunan infrastruktur energi terbarukan, program pelatihan keahlian di bidang energi bersih, dan bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin. Penggunaan Energi Bersih untuk Rumah Tangga dengan mempercepat program penyediaan kompor induksi atau gas LPG yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

3.Pemanfaatan Energi untuk Kegiatan Produktif
Energi tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi mikro. Elektrifikasi Pedesaan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memastikan pasokan listrik yang stabil di pedesaan memungkinkan UKM di tempat tersebut bisa beroperasi, seperti pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, dan industri rumahan.

Pembangunan Infrastruktur Digital Berbasis Energi, dimana listrik adalah syarat utama yang harus disediakan untuk dapat megakses internet. Dengan listrik yang stabil, masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses informasi, e-commerce, dan layanan perbankan digital, sehingga hal ini dapat mengurangi kesenjangan ekonomi.

4. Pemberdayaan dan Edukasi Masyarakat
Kesejahteraan sosial juga terkait erat dengan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan energi. Pemberdayaan Komunitas Lokal dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan proyek energi di daerah mereka. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan dan memastikan proyek tersebut berkelanjutan.
Edukasi Konservasi Energi yaitu mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan energi secara efisien untuk mengurangi biaya pemakaian kebutuhan energi bulanan dan mengurangi tekanan pada pasokan energi nasional.

Dengan mensinergikan keempat strategi ini, kedaulatan terhadap ketahanan energi di Indonesia diharapkan tidak hanya akan mendukung komitmen target Net Zero Emission 2050 di Indonesia tetapi juga akan menjadi pilar stabilitas ekonomi, dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

*)Anggota Badan Pakar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) 2024-2029

**) Dosen Tetap Fakultas Teknik Elektro Universitas Pancasila / Pemerhati Energi Terbarukan

 

BERITA POPULER

To Top