Perbankan

Kasus BLBI, Satgas Akui Ada Pemilik Lama Kuasai Lagi Aset Pemerintah

Kasus BLBI, Satgas Akui Ada Pemilik Lama Kuasai Lagi Aset Pemerintah
Dirjen Kekayaan Negara yang juga menjabat Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban Dalam RDPU Dengan Komisi XI DPR, Rabu (26/01/2022)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM--Ketua Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Rionald Silaban mengungkapkan Satgas masih mengejar utang dan hak tagih pemerintah sejak bergulir 1998 silam. “Tentu ini penting buat kami karena kami ingin memastikan bahwa aset negara tidak dipermainkan,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/1/2022).

Lebih jauh Rio sapaan akrabnya tak membantah ada satu orang oknum pegawai di lingkungannya yang memalsukan surat aset tanah kasus BLBI. Kejadian itu baru diketahui ketika Satgas BLBI terbentuk dan menyisir aset beserta surat-suratnya. “Kalaupun ada oknum-oknum, kita akan menindak secara tegas,” ucapnya.

Padahal, kata Rio, aset tersebut sebelumnya sudah berada di tangan pemerintah. Hal ini terjadi sebelum Satgas BLBI terbentuk. “Tadi ada yang disampaikan mengenai pemilik lama kembali menguasai asetnya, itu betul sekali (pernah terjadi),” tuturnya.

Rio menegaskan bahwa oknum pelaku sudah diamankan dan ditahan oleh pihak kepolisian. Bersama eks pegawai DJKN itu, polisi juga menahan 11 oknum pemalsu aset kasus BLBI. “Bukan 11 orang, tapi 1 orang. Perbuatan itu ketahuan ketika kami di Satgas BLBI mulai menelusuri ada aset kami,” ungkapnya.

Menurut Rio, pihaknya melihat di lapangan adanya suatu tindakan terhadap aset tersebut. “Setelah kita teliti ada surat dari pejabat kami yang tidak dikeluarkan oleh pejabat kami,” terangnya.

Dia menjelaskan Satgas BLBI langsung menindaklanjuti temuan tersebut dengan melaporkannya ke Bareskrim Polri. “Ada satu orang pegawai muda yang terlibat, yang bersangkutan melakukan pemalsuan surat,” paparnya.

Bareskrim akhirnya melakukan pengembangan hingga ke Polres Bogor. Setelah diteliti, ada seorang pegawai muda di lingkungan Kementerian Keuangan yang terlibat dalam proses pemalsuan. “Jadi ada satu orang, bukan 11 orang,” jelas Rio.

Rio lantas menegaskan, Satgas BLBI dan DJKN bakal menindak tegas segala pemalsuan aset yang berkaitan dengan kasus BLBI. Sebelumnya, satu orang tersangka ini juga sudah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam konferensi pers kinerja Satgas BLBI, Kamis (20/1/2022).

Setelah Satgas BLBI bekerja dan membongkar dokumen lama, ada sejumlah dokumen yang dinyatakan palsu. Bahkan, ada surat yang menyatakan sebuah tanah di kota tertentu menjadi jaminan, padahal setelah diteliti aset tersebut bukan tanah, melainkan lautan.

Mahfud lantas berujar, ini merupakan prestasi Satgas BLBI yang bertindak cepat mengejar para pelaku. Bukan sebuah nista meski salah satu pelaku adalah seseorang di lingkungan pemerintahan. ***

Penulis    :   Iwan Damiri
Editor      :   Kamsari

 

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top