Market

ID FOOD Pasang Target Laba Rp160 Miliar Pada 2024

ID FOOD Pasang Target Laba Rp160 Miliar Pada 2024
Beras sebagai komoditas pangan/Foto: Iwan Damiri

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Holding BUMN Pangan, PT.Rajawali Nusantara Indonesia berani menaikkan target laba bersih sekitar 30 persen menjadi Rp160 miliar pada 2024. Hal ini karena pihaknya optimistis mampu mencapai dengan tiga transformasi utama di bidang keuangan, model bisnis dan operasional. “Naik 30 persen, kalau enggak salah 160-an (Rp160 miliar), jadi growth-nya juga tinggi,” kata Direktur Utama ID FOODFrans Marganda Tambunan di Jakarta, Selasa, (10/1/2024).

Lebih jauh Frans menjelaskan bahwa ID FOOD juga meningkatkan target pendapatan dari Holding BUMN Pangan tersebut menjadi Rp19,5 triliun pada 2024.
Adapun tiga transformasi utama itu diyakini mampu membawa ID FOOD menjadi perseroan yang lebih baik secara keuangan. “Jadi keuangan, model bisnis, dan operasional ini satu paket tidak bisa dipisahkan. Itu kenapa Pak Wamen (Kartika Wirjoatmodjo) tadi push untuk tiga ini,” ujarnya.

Namun demikian, Frans menyebut tidak semua perusahaan BUMN yang melakukan transformasi memiliki pengelolaan keuangan yang buruk. Apalagi pada era digital dan keterbukaan, perusahaan yang tidak bisa beradaptasi dengan baik akan tertinggal dan tak mampu bersaing. “Jadi kalau kita bicara transformasi, tidak masalah mengenai perusahaan sakit atau sehat, lihat dinamika perubahan yang cepat ini di teknologi, di market, maupun perusahaan sakit atau sehat harus siap-siap bertransformasi,” ucapnya.

Frans menyebut program transformasi atau restrukturisasi tidak dibuat untuk jangka pendek. Program ini diharapkan mampu menjadikan ID FOOD dan anak-anak perusahaannya bisa terlepas dari masalah keuangan dan mandiri.

Menurut Frans, ID FOOD akan menerima hasil keputusan akhir dari restrukturisasi apabila ditemukan anak perusahaan yang tidak sehat. “Kalau memang terpaksa anak perusahaan, kita lihat setelah diobatin kambuh lagi, ya udah, ini treatment-nya beda, bukan diperbaiki tapi ada action yang lebih tegas,” ujar Frans.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

BERITA POPULER

To Top