Industri & Perdagangan

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Diingatkan Jangan Ikut Menaikkan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Harga minyak dunia kembali meroket awal pekan ini. Jenis WTI sudah dijual 32,5 dolar AS/barel dan Brent pada level 34,8 dolar AS/barel. Namun pemerintah diingatkan harga BBM dalam negeri jangan ikut naik.

Apabila dibandingkan dengan harga satu bulan lalu pada 21 April 2020 yang merupakan harga penutupan terendah sepanjang enam bulan terakhir di mana harga minyak WTI 11,57 dolar AS dan Brent 11,57 dolar AS/barel, maka terjadi peningkatan harga masing-masing 180 persen dan 80 persen. “Peluang harga minyak dunia untuk terus meningkat, sangat terbuka. Tetapi, harga BBM jangan ikut dinaikkan,” kata pengamat energi, Kurtubi dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat, (21/5/20200).

Dengan tidak naiknya harga BBM, kata Kurtubi, maka akan berperan dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Sebaliknya, jika tren peningkatan harga minyak mentah tersebut langsung disikapi dengan menaikkan pula harga BBM maka menyebabkan turunnya daya beli masyarakat.
“Sangat disayangkan kalau sampai menaikkan harga BBM. Karena kestabilan harga saat ini dibutuhkan untuk meningkatkan purchasing power yang akan terus mendorong konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Mantan anggota Komisi VII DPR itu menegaskan harga BBM di dalam negeri boleh dinaikkan kalau minyak dunia sudah menyentuh 60 dolar AS/barel. Peluang bahwa harga minyak dunia akan terus melesat memang terbuka lebar, lanjutnya, hal itu bisa dilihat dari dua faktor yang berpengaruh.

Pertama, implementasi pemangkasan sebesar 9,7 juta barel per hari oleh negara-negara OPEC plus dan kedua melihat perkembangan pandemi COVID-19, karena saat ini banyak negara sudah mulai melonggarkan status lockdown mereka. “Pelonggaran lockdown juga mulai dilakukan. Kondisi demikian tentu mendorong peningkatan konsumsi BBM karena kendaraan lalu lintas kembali ramai. Dan ujungnya tentu saja akan mendorong pula peningkatan harga minyak dunia,” kata dia.

Di sisi lain, Kurtubi juga melihat bahwa negara-negara OPEC plus tidak hanya konsisten dengan kesepakatan pemotongan produksi, namun juga mempercepat pengurangan produksi. “OPEC plus akan mempercepat karena dorongan Amerika. Amerika sangat berkepentingan agar harga kembali naik minimal di level 40 dolar AS/barel,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top