Headline

Hadapi 2021, OJK: Korporasi Butuh Tambahan Modal Sekitar Rp81 Triliun

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Serangan Covid-19 benar-benar membuat dunia usaha ambruk. Karena itu untuk membangkitkan kembali
kinerja perusahaan tentu dibutuhkan tambahan modal yang diprediksi hingga Rp81 Triliun pada 2021.
“Kami bersama perbankan harus mengomunikasikan ini dengan baik karena ada penjaminan dari LPEI dan PII,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis, (29/7/2020).

Sedangkan, hingga Desember 2020, lanjut dia, diperkirakan tambahan modal kerja bagi korporasi mencapai Rp51 triliun.

Menurut dia, besarnya tambahan modal kerja yang dibutuhkan korporasi itu karena mencermati besarnya nilai restrukturisasi kredit yang diajukan debitur korporasi yang hingga saat ini mencapai sekitar Rp449 triliun.

Sedangkan, nilai restrukturisasi pelaku UMKM terdampak COVID-19 mencapai Rp327 triliun.

Pelaku UMKM terdampak COVID-19 sebelumnya juga sudah digelontorkan penjaminan kredit modal kerja dengan realisasi modal kerja yang dikucurkan perbankan hingga saat ini mencapai Rp31 triliun dan diperkirakan akan bertambah.

Pemerintah melalui dua BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) terlibat dalam penjaminan korporasi.

Sedangkan, untuk penjaminan kredit modal kerja UMKM dilaksanakan BUMN lainnya yakni Jamkrindo dan Askrindo.

“Ini insentif cukup besar dan suku bunganya ini pasti lebih murah. Kami perkirakan dengan cost of fund murah, itu bisa sekitar 7 persen untuk korporasi,” katanya.

Wimboh mengharapkan pelaku usaha korporasi memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah tersebut untuk mendorong kinerja usaha yang pada akhirnya mendongkrak ekonomi Tanah Air pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top