Headline

Ekonomi Bali Terpuruk, Parta Desak Percepat Vaksinasi Untuk Kawasan Pariwisata

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta meminta pemerintah untuk mempercepat dan memprioritas program vaksinasi untuk daerah-daerah dan kawasan wisata, khususnya Bali.

Apalagi Bali mengalami kontraksi ekonomi yang luar biasa, karena sektor pariwisata terimbas Covid-19. “Bali sempat dijanjikan 3 kali akan dibuka untuk pariwisata, pada Juli 2021,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan PT Bio Farma, PT Kimia Farma dan PT Indo Farma, di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Oleh karena itu, kata Anggota Fraksi PDIP ini, pihaknya minta agar BUMN Farmasi ini mendukung dan sekaligus mempercepat vaksinasi untuk kalangan dan pekerja sektor pariwisata. “Kita minta tiga BUMN ini berkolaborasi untuk menyediakan vaksin, karena kondisi Bali saat ini benar-benar terpuruk,” ujarnya.

Lebih jauh kata Parta mewanti-wanti terkait program vaksinasi Covid-19 gratis yang datang dari pemerintah agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Jadi program vaksinasi gratis ini harus benar-benar dikawal secara ketat,” ujarnya.

Legislator dari Pulau Dewata ini menegaskan bahwa program vaksinasi gratis yang menggunakan vaksin Sinovac ini tidak boleh dialihkan menjadi vaksin gotong royong.

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengungkap kasus penjualan vaksin ilegal yang dilakukan oleh tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, dan satu orang agen propertei Medan. Para pelaku yakni berinisial dr IW selaku ASN di Rutan Tanjung Gusta, Medan, KS dan SH, selaku ASN di Dinkes Sumut, serta SW selku agen properti.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan harga vaksinasi gotong royong yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 439,570. Jumlah itu terdiri atas tarif penyuntikan senilai Rp 321.660 dan layanan vaksinasi Rp 117,910.

Dengan begitu, total harga vaksinasi untuk karyawan swasta dan BUMN tersebut mencapai Rp 879,140 untuk dua kali suntikan. “Tarif sudah ditetapkan oleh Menkes, untuk vaksin sendiri itu sebesar 321.660. untuk layanan vaksinasi nya 117.910. total untuk satu kali penyuntikan vaksin GT itu sebesar 439.570 ini sudah berjalan hingga hari ini,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Selasa (25/5/2021).

Sementara itu, jenis vaksin Covid-19 yang digunakan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) saat ini merupakan vaksin produksi Bio Institute of Biological Products Co Ltd, yakni vaksin Sinopharm.

Meski begitu, pemerintah menargetkan ada tiga jenis vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi mandiri. Dua diantaranya, produksi CanSino Biologics, China, vaksin CanSino dan satu jenis vaksin yang masih menunggu Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dari keputusan Menkes yang kita terima, sampai saat ini ada dua jenis vaksin yang sudah disetujui untuk menjadi bagian dari vaksinasi gotong royong yaitu Sinopharm dari China dan CanSino dari China. Ada satu lagi yang sedang diproses EUA dengan BPOM, tentunya kita menunggu proses lebih lanjut nanti untuk supply agreement-nya,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top