Property

DPRD Minta Pemkot Tangerang Ajak APH Guna Tagih Developer Soal Lahan Makam

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-Dugaan banyaknya “pengembang nakal” yang belum memenuhi kewajiban untuk menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) membuat gerah DPRD Kota Tangerang. Apalagi pengembang- pengembang nakal ini terkesan malas memberikan lahan untuk pemakaman.
“Kita sering mengingatkan eksekutif bahwa pengembang wajib menyerahkan fasos dan fasum. Karena itu, para eksekutif bisa bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian kejaksaan maupun KPK,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatApp (WA), Jum, at ( 24/09/2021).

Lebih jauh Gatot mendesak agar persoalan berkaitan dengan fasos-fasum dan penyedian lahan pemakaman ini jangan berlarut larut. Apalagi saat ini, DPRD Kota Tangerang tidak tahu persis berapa persennya pengembang perumahan di Kota Tangerang yang sudah menyerahkan lahan.

“Bisa dikroscek dengan dinas terkait mas, bagian asset ataupun Perkim terkait hal tersebut,” tukas Gatot

Di tempat terpisah, Kepala BPAN Kota Tangerang Haji Muchdi meminta Dinas Perumahan dan Pemukiman, dinas asset serta dinas terkait melakukan action sesuai saran dari DPRD.

“Jangan hanya menunggu dan terus selalu beralasan macam-macam. Kalau semua fasos dan fasum belum diserahkan pengembang, lalu bangunnya pakai apa?,” ucapnya

Lebih jauh kata Muchdi, warga sudah melakukan kewajiban membayar pajak. Karena itu, jangan hanya gara-gara fasos dan fasum belum diserahkan, maka pembangunan untuk warga menjadi terhalang.

“Pemkot wajib menagih kewajiban pengembang menyediakan lahan pemakaman bagi developer sebanyak 2 persen dari total luas wilayah perumahan. Pemkot jangan hanya diam aja,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini kewajiban pembuatan makam bagi developer seolah olah diam seribu bahasa bagi dinas dinas terkait.

“Pemkot harus menagih developer, sehingga warga tidak akan kekurangan tempat pemakaman terlebih dalam hal pandemi covid-19 kemarin, warga dibuat susah untuk melakukan pemakaman dengan alasan sudah penuh,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top