Perbankan

DPR Minta Diungkap Jumlah UMKM Terselamatkan Dana PEN

Tommy Kurniawan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Tommy Kurniawan meminta penyaluran dana PEN harus tepat sasaran, terutama kepada UMKM yang bisa survive. Karena hingga saat ini belum ada data valid terkait UMKM yang mampu bertahan terhadap serangan pandemi Covid-19. “Saya khawatir dana PEN akan sia-sia kalau tidak tepat sasaran, jadi saya minta data anaslisnya, mana UMKM yang bisa tumbuh dan mana yang tidak,” katanya dalam Rapat Kerja (raker) dengan tiga BUMN, Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi dan PT BPUI di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Padahal, kata Politisi PKB ini, dana PEN ini bertujuan untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, harus benar-benar dicermati dampaknya. “Kita tahu, kemarin itu pertumbuhan ekonomi nasional 2020, minus 2,07%. Jadi kita ingin tahu dana PEN ini menyebar ke jutaan UMKM mana saja,” terangnya.

Berdasarkan data PT PNM, total penyaluran dana PEN II 2020 mencapai Rp9,7 Triliun untuk 4.055.000 nasabah. Karena 4 juta nasabah ini yang disetujui oleh Kemenkop dari usulan sebanyak 6,3 juta nasabah. “Sekali lagi, kami minta data analisisnya terkait UMKM penerima bantuan ini yang bisa survive secara bisnis, begitupun dengan UMKM yang gagal yang tak bisa lagi diselamatkan,” paparnya lagi.

Pasalnya, kata Tommy, kalau hal ini tercatat dan teranalisa dengan baik, maka strategi dan kebijakan penyelamatan UMKM bisa dicari jalan keluarnya. “Langkah treatment yang lebih jitu bisa dicari, saya yakin dampaknya signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasonal,” ucap Legislator dari Dapil Jawa Barat V.

Lebih jauh Tommy menjelaskan bahwa hasil kunjungan kerja spesific ke Semarang dengan BNI, menunjukkan bahwa NPL BNI sudah mulai naik. Tentu hal seperti ini harus diantisipasi oleh PNM, Pegadaian dan BPUI. “Bapak-bapak inikan NPL BUMN-nya masi dibawah 1%. Beda dengan BNI, dimana NPL-nya sudah mulai naik. Jadi saya minta ditreatmen, karena pandemi belum tahu selesainya kapan,’ imbuhnya.

Namun Tommy memberikan apresiasi kepada tiga BUMN tersebut. Meski pandemi Covid-19 masih menunjukkan kinerja keuangan yang positif. “Ya, ketiga perusahaan masih membukan laba yang signifikan,” tuturnya.

Sementara itu, Pertumbuhan pendapatan PT PNM masih tercatat positif karena didorong oleh dana hibah dari program kemitraan (PK). “Secara pertumbuhan pendapatan memang kita tumbuh positif. Laba 2020 banyak disumbang dari hibah PK dalam mendukung leverage kami,” kata Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Senin (8/2/2021).

Namun Arif mengakui, laba 2020 yang dibukukan perseroan pelat merah itu tidak lebih baik dari laba pada 2019. Penurunan profit tahun lalu disebabkan adanya kontraksi keuangan yang terjadi pada periode April-Juni 2020. Di mana, selama tiga bulan perseroan membukukan kerugian.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat laba sepanjang 2020 senilai Rp358 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan periode yang sama 2019 sebesar Rp977,31 miliar.

Sejak Juni 2020 lalu, kinerja keuangan mulai membaik. Arief mencatat, manajemen telah melakukan perluasan penyaluran kredit dari posisi 6,1 juta nasabah menjadi 8 juta hingga akhir tahun lalu. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top