Headline

Dampak PMN Untuk UMKM Dipertanyakan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi XI DPR Ahmad Najib Qodratullah mempertanyakan dampak kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) terhadap sejumlah BUMN yang menerima dana tersebut. Karena pemerintah mengucurkan sekitar Rp 20 triliun untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI. “Yang menjadi sorotan, sejauh mana PMN ini bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat, terutama membuat ruang UMKM menjadi lebih besar. Kalau ada data-data yang mau disampaikan dari Kemenkeu, kami sangat berterima kasih,” katanya dalam Rapat Kerja Virtual dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait Penyampaian Hasil Pendalaman Pembiyaan Investasi PMN 2021 di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Menurut Najib, dalam situasi pandemi Covid-19 ini tentu manfaat PMN ini sangat ditunggu tunggu kalangan pelaku usaha.
“Jadi seberapa besar PMN ini bisa menciptakan lapangan kerja, lalu membangkitkan kelangsungan UMKM, sehingga kami bisa menganggap bahwa PMN ini memang benar-benar dibutuhkan,” ungkapnya.

Lebih jauh Politisi PAN ini meminta agar dana PMN ini bisa terukur efektifitasnya terutama untuk pemulihan ekonomi nasional, maka perlu diawasi secara ketat. “Kita banyak memiliki catatan soal PMN, terutama untuk BUMN, karena masih ada celah hukum yang longgar dalam UU BUMN, sehingga ada beberapa hal yang perlu direvisi,” terangnya lagi.

Legislator dari Dapil Jabar II membeberkan soal celah hukum yang longgar tersebut dalam UU BUMN,
terutama dalam hal pengawasan audit internal dan juga soal pengaturan anak perusahaan. “Memang dari sisi landasan hukum memiliki celah yang cukup lebar, sehingga bisa dijadikan sesuatu yang dimanfaatkan.”

Disisi lain, Najib menyoroti soal rencana jangka pendek maupun jangka panjang dari BPUI, terutama dalam hal industri keuangan. Sehingga dengan adanya PNM ini jangan sampai memunculkan kasus Jawasraya yang baru.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pemerintah pada 2021 akan memberikan suntikan dana sebesar Rp 42,38 triliun untuk sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana yang masuk dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN).

Adapun sembilan perusahaan pelat merah itu adalah:

1. PT PLN (Persero) sebesar Rp 5 triliun.

2.PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp 20 triliun.

3.PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) senilai Rp 977 miliar.

4.PT Hutama Karya (HK) sebesar Rp 6,2 triliun.

5.PT Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun.

6.PT PAL sebesar Rp 1,28 triliun.

7.PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 2,25 triliun

8.PT Lembaga Pembiyaaan Ekspor Indonesia (LPEI) senilai Rp 5 triliun.

9.PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 470 miliar. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top