Nasional

Cegah Covid-19, GIAD Minta DPR Tunda Rapat Paripurna

Cegah Covid-19, GIAD Minta DPR Tunda Rapat Paripurna

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Seperti diketahui masa reses DPR RI aka berakhir pada 22 Maret dan kembali bersidang pada 23 Maret 2020, maka GIAD (Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis) meminta DPR menunda Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2019-2020. “Artinya, setidaknya akan ada 250 orang akan berkumpul dalam satu ruangan. Tentunya ini sarat minimal untuk dapat dilaksanakannya rapat paripurna DPR dan mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia,” demikian GIAD, Selasa (17/3/2020).

GIAD beranggotakan Lucius Karus, Arif Susanto, Jeirry Sumampow, Badi’ul Hadi, Kaka Suminta, Alwan, Yusfitriadi dan Ray Rangkuti. Hanya saja, mengingat bahwa tanggal yang dimaksud masih dalam tanggal yang dinyatakan untuk menghindari adanya pengumpulan orang atau massa, maka GIAD minta untuk ditunda. Tindakan menunda rapat paripurna itu menurut GIAD, sesuai arahan presiden yang menghimbau agar meniadakan pengumpulan massa dalam satu ruangan tertentu demi menghindari penyebaran virus Corona. DPR sebaiknya memperlihatkan sikap untuk sama- sama mematuhi anjuran tersebut.

Mengingat bahwa gedung DPR berada di Jakarta, dan persis pula di tengah kota, maka himbauan untuk menunda rapat paripurna ini makin relevan. Jakarta adalah salah satu kota yang rentan akan penyebaran virus ini. Selain jumlah penduduk yang banyak dan padat, juga melibatkan mobilitas dari berbagai daerah atau bahkan negara. Sikap hati-hati memang harus lebih ditingkatkan.

Atau rapat paripurna cukup dibuka oleh pimpinan DPR untuk kemudian dinyatakan ditunda. Dan dengan itu pula, semua jenis rapat di DPR juga harus ditunda. “Apakah itu rapat komisi, pansus, panja atau baleg. Dalam hal ini, pimpinan DPR dapat mengkonsolidasi keputusan bersama untuk menyatakan segala jenis rapat di DPR untuk sementara ditunda,” kata GIAD.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top